TIME TO LOVE (KyuJin)[straight]

Ini cerita bukan bikinan saya, tapi bikinan Honey ^^

jadi waktu itu, ada kesempatan *halah* request ff, saya request deh ke honey, daaan saya posting lagi disini *hug honey*🙂 ini udah di post juga disini –> wonderfanfiction-TIME TO LOVE (KyuJin)[straight]

timetolovekyujin

Time To Love [Version 5 : KyuJin]

Tittle : Time to Love

Author : Honey Park

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Chaejin, Choi Siwon.

Genre : drama/romantic.

Rating : PG17

Summary : Apakah serendah itu aku dimatamu? Kau memperlakukanku sebagai pembantu di apartemen mewahmu. Aku hanya menjadi pemuas nafsumu. Apakah aku tak ada artinya dihatimu? Ini bukan kehidupan yang aku inginkan. Tapi, tanpa sadar aku mencintaimu.

Time To Love

Anyeong. Jo neun Lee Chaejin imnida. Aku ingin menceritakan kehidupanku setelah aku menikah dengan Cho Kyuhyun. Aku tak pernah mengenalnya. Mendengar namanya  pun aku tak pernah.

Aku bisa menikah dengannya karena aku dipaksa menikah. Orang tuaku mempunyai hutang yang tak bisa dibayar ke perusahaannya. Aku menjadi korban dengan menjadi budaknya disini. Di apartemen super mewahnya.

Setiap hari aku harus membereskan dan membersihkan rumah, mencuci baju dan piring, menyiapkan sarapan dan makan malam, bahkan melayani nafsunya. Aku ingin sekali pergi dari kehidupanku ini, tapi aku tidak bisa. Jika aku melakukannya maka aku bunuh diri.

Seperti halnya malam ini, dia belum pulang. Aku selalu berpikir untuk kabur, tapi entah kenapa aku selalu mengurungkan niatku. Sudah jam 23.45, Kyuhyun belum pulang juga. Tidak biasanya dia belum pulang selarut  ini. Salah satu tugasku juga untuk menunggunya pulang. Aku menghela nafasku. Saat aku beranjak dari dudukku untuk mengambil segelas air, pintu digedor keras oleh orang yang sedang kutunggu.

“YA, LEE CHAEJIN BUKA PINTUNYA!! PALLI!!”

Kyuhyun berteriak diluar sana sambil terus menggedor pintu.

“Ne. Chakkamannyong.”

Aku tergopoh-gopoh membukakan pintu. Saat pintu terbuka ia segera jatuh kepelukanku. Bau alkohol menyeruak kehidungku. Tapi tiba-tiba saja ia mendorongku hingga aku terhuyung.

Ia mencoba berjalan kekamarnya. Mencium baunya membuat kepalaku pusing. Saat aku mencoba memapahnya, dengan kasar ia menepis tanganku.

“Minggir kau!” bentaknya.

Aku menatapnya iba. Tapi saat ia melangkah keseimbangannya mulai hilang, aku segera memapahnya paksa dan membawanyanya kekamarnya. Ketika sampai aku segera menjatuhkannya diatas kasur empuknya.

Dengan telaten aku membuka dasi yang mencekik lehernya, membuka sepatu dan kaus kakinya, membuka ikat pinggang yang melingkar dipinggangnya, dan terakhir aku membuka jas dan kemejanya.

Aku masuk kekamar mandinya, membawa handuk basah dan kembali menghampirinya. Aku menyeka badannya yang bau alkohol. Saat aku akan bangkit, ia menarikku. Aku terjatuh diatasnya.

“Oddiga?” tanyanya dalam keadaan teler.

“Kyuhyun-ssi, mwo… mwora…go?” tanyaku gugup.

Aku sedang tidak ingin melakukannya saat ini. Kepalaku sangat pusing. Aku mencoba bangkit, tapi dia menahannya. Dan dengan secepat kilat dia mulai melumat bibirku kasar. Aku  merasakan alkohol dari mulutnya.

Aku menutup rapat mulutku. Aku mual. Entah kekuatan dari mana aku bisa melepaskan diri darinya. Aku segera berlari kekamarku dan segera menerobos masuk ke kamar mandi. Aku menumpahkan (?) semua isi perutku. Ya tuhan, kumohon. Jangan biarkan aku hamil.

Aku merebahkan diriku diranjangku. Air mataku meleleh. Entahlah perasaanku tidak karuan.

#######################

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Aku mengobrak-abrik laci kecil didekat tempat tidurku. Dan akhirnya aku menemukan apa yang aku cari. Benda kecil yang sangat berharga untukku saat ini. Test peck.

Aku menunggu dengan gelisah. Beberapa menit kemudian aku segera melihat benda kecil itu. Mataku membulat saat melihatnya, dua garis. Aku positif hamil. Pantas belakangan ini aku sering pusing dan lemas.

Aku bersandar ketembok. Air mataku mengalir. Sesuatu yang tidak aku harapkan terjadi. Aku hamil dan itu artinya aku tidak bisa lepas dari cengkraman Cho Kyuhyun. Aku semakin terikat dengannya karena kehamilanku ini.

Dengan langkah gontai aku segera keluar dari kamar dan memulai kegiatanku seperti biasanya. Membuatkan Kyuhyun sarapan, menyiapkan pakaiannya, dan menyiapkan keperluan kerjanya.

Pukul tujuh tepat Kyuhyun keluar dari kamarnya.

“Aku mau kopi.” Kata Kyuhyun datar.

“Ne, gidaryo.” Aku segera membuatkan segelas kopi.

Saat aku akan membawanya ke meja, tiba-tiba saja perutku terasa sangat sakit. Dan tanpa kusadari aku menjatuhkan cangkir kopi untuk Kyuhyun. Aku memegangi perutku.

PRANG!!

“Aaakkh.” Aku memegangi perutku.

“Ya~ waeire?” tanyanya.

Aku tidak kuat lagi. Pandanganku menjadi gelap seketika.

#################

Aku membuka mataku perlahan. Memandang langit-langit yang kukenal. Aku menoleh dan melihat Kyuhyun dikursi didekat ranjangku. Aku mencoba bangkit, tapi aku merasakan tangan Kyuhyun menahanku untuk bangkit.

“Kau jangan banyak bergerak dulu. Kalau kau sakit bilang padaku, jangan diam saja.” Katanya dengan nada yang lebih lembut dari biasanya.

Aku menatapnya heran.

“Aku berangkat kerja dulu. Untuk hari ini kau istirahatlah. Jaga anakku baik-baik.” Katanya lalu berlalu dari kamarku.

Aku mendongakkan wajahku. Kyuhyun sudah tahu aku hamil. Ya tuhan, bagaimana nasibku selanjutnya.  Aku bersandar menatap langit-langit kamarku. Dan tanganku memegang lembut perutku, merasakan kehidupan didalam sana.

Aku melihat jam dinding yang menggantung, waktu menunjukkan pukul 11.15. Aku baru sadar, Kyuhyun baru berangkat bekerja lima belas menit yang lalu. Aku beranjak dari ranjangku. Saat mencoba bangkit, aku masih merasakan sakit diperutku.

“Baby, jangan nakal. Umma mau mengerjakan tugas umma.” Aku membelai perutuku yang masih rata.

Aku segera bangkit. Aku mendapati apartemen ini sudah rapi dan bersih. Aku pergi kedapur dan menemukan sebuah note dipintu kulkas.

‘Chaejin-ah, makanlah. Ada bubur dimeja. Kalau dingin panaskan saja. Kyuhyun.’

Aku tersenyum membacanya. Ternyata Kyuhyun tidak seburuk yang aku pikirkan. Aku menghampiri meja makan dan menemukan bubur yang Kyuhyun maksud. Aku mengambilnya dan memanaskannya. Setelah itu menikmati bubur hangat itu.

Aku senang sekali. Meskipun bubur ini bukan buatan Kyuhyun, tapi setidaknya ia berusaha untuk mendapatkan bubur ini. Meski ujung-ujungnya aku memuntahkannya lagi diwastafel. Ternyata, hamil itu susah sekali. Tak ada makanan yang masuk sedikitpun.

——

Sore hari aku mencoba bangkit dari tempat tidur, tidak bisa. Lemas sekali rasanya. Seharian ini aku muntah-muntah terus. Padahal aku hanya makan sedikit. Dibandingkan asupan lebih banyak yang keluar.

Yang aku lakukan hanya banyak minum air putih agar aku tidak dehidrasi. Aku mencoba menutup mataku saat handphoneku berdering. Ada pesan masuk, aku segera membukanya.

‘Chaejin-ah, tidak usah menyiapkan makan malam. Aku sudah makan. Kau sudah makan belum?’

Aku membalas pesannya.

‘Percuma aku makan, Kyuhyun. Pasti sedetik kemudian aku akan memuntahkannya lagi.’

Aku menekan tombol send. Beberapa menit kemudian Kyuhyun membalas lagi.

‘Kalau begitu kau tunggu aku.’

Aku mual dan segera berlari kekamar mandi. Aku tidak membalas pesan Kyuhyun.

“Hueeekk… hueeekk…”

Tak ada yang keluar memang, tapi rasanya sangat mual. Isi perutku bergejolak, seperti ada yang ingin keluar dari mulutku. Tiba-tiba handphoneku berdering lagi. Kulihat nama Kyuhyun dilayarnya.

“Yoboseyo…” jawabku lemah.

‘Kau kenapa?’ tanyanya disebrang sana.

“Mollayo. Aku mual-mual terus.” Jawabku.

‘Yah, non gwenchana?’ tanyanya. Aku mendengar nada gelisah disuaranya.

“Nan gwenchana. Hueeekk.” Aku kembali memuntahkan udara kosong.

‘Non odiga?’ Tanya Kyuhyun lagi.

“Kamar mandi.” Jawabku semakin lemah.

Saat ini aku terduduk dilantai kamar mandi didekat kloset. Tanganku yang memegang hp bergetar hebat. Aku sudah tidak kuat memegangnya. Bahkan aku sudah tidak kuat lagi untuk duduk seperti ini. Dalam hitungan detik tubuhku rubuh. Hp yang kupegang jatuh dari tanganku dan sekarang aku terbaring lemah dilantai kamar mandi.

Kyuhyun masih bicara ditelpon. ‘Chaejin-ah…! Chaejin-ah!’ panggilnya.

Aku hanya diam, aku tidak punya tenaga untuk berbicara. Tanpa disadari air mataku meleleh. Beberapa menit kemudian aku merasakan tubuhku terangkat.

“Chaejin-ah…”

Aku mendengar suara Kyuhyun. Aku memandang wajahnya.

“Kyuhyun-ah…” bisikku.

“Kau harus dibawa kerumah sakit.” Kyuhyun membawa tubuhku kemobilnya. Ia mendudukkanku dan memasangkan sabuk pengaman untukku. Ia juga mengecup keningku.

Aku sudah tak bisa melakukan apapun. Lemas sekali rasanya. Ada yang keluar, ya ada yang keluar. Perutku kembali sakit sekali. Dengan sisa tenagaku aku mengerang.

“Aaaakh…”

~POV end~

~author POV~

“Aaaakh…” Chaejin mengerang. Kyuhyun yang sedang menyetir memalingkan wajahnya dari jalanan. Chaejin memejamkan matanya menahan sakit. Ya, dia sedang menahan sakit. Wajahnya dipenuhi keringat dingin.

Kyuhyun menggenggam tangan Chaejin yang dingin dan berkeringat.

“Bertahanlah. Aku bersamamu Chaejin-ah.”

Chaejin merintih pelan. Kyuhyun tahu istrinya itu sudah tidak mempunyai tenaga untuk sekedar berbicara. Sesampainya dirumah sakit ia segera menggendong Chaejin keluar mobilnya dan membawanya keruang UGD.

Kyuhyun menunggu diluar ruangan. Wajahnya terlihat sangat cemas. Setelah menunggu setengah jam lamanya, dokter keluar dari ruangan UGD.

“Dokter, bagaimana keadaan Chaejin?” tanyanya pada dokter.

“Chaejin-ssi mengalami pendarahan. Kandungannya lemah, jadi sebisa mungkin Chaejin-ssi tidak melakukan pekerjaan berat dan tidak berpikir terlalu keras.” Jelas sang dokter.

“Ne.”

Beberapa saat kemudian, suster membawa ranjang yang diatasnya terbaring Chaejin yang lemah. Wajahnya pucat dan terlihat masih menahan rasa sakit. Kyuhyun mengikuti sang suster yang mendorong ranjang Chaejin keruang rawatnya.

Setelah sampai, sang suster mengecek keadaan infusan dan keadaan Chaejin. Setelah itu ia segera meninggalkan Chaejin. Kyuhyun lalu duduk disamping Chaejin yang terbaring lemah. Ia menggenggam erat tangan Chaejin.

“Chaejin-ah, jangan tinggalkan aku. Aku sangat membutuhkanmu. Mianhae  karena aku memperlakukanmu dengan tidak baik selama ini. Jongmal mianhae.” Kyuhyun mencium tangan Chaejin.

Sebelah tangannya membelai pipi Chaejin dan ia mengecup bibir merah Chaejin.

~POV end~

~Chaejin POV~

Sakali lagi aku membuka mataku. Aku membukanya dengan sangat pelan. Silau.

“Chaejin-ah…”

Ada yang memanggilku. Aku menoleh kesumber suara dengan perlahan. Memfokuskan penglihatanku yang sedikit kabur. Saat penglihatanku mulai normal aku segera tahu siapa yang memanggilku.

“Kyu…Hyun…ah” bisikku.

“Gwenchana?” tanyanya lembut.

Aku memejamkan mataku lalu mengangguk. Kyuhyun menggenggam tanganku lalu mengecupnya lembut.

“Mianhae.”

Aku menatap wajah tampannya. Dan ia juga menatapku. Ia membelai lembut pipiku.

“Mianhe, Chaejin-ah.” Bisiknya ditelingaku.

Aku membelai wajahnya. Entah sejak kapan aku mengagumi wajahnya dan mulai mencintainya. Kyuhyun bangkit lalu duduk diranjang menghadapku. Ia menunduk, mendekatkan wajahnya kewajahku. Semakin dekat dan aku memejamkan mataku.

Aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Ia mulai melumat bibirku. Aku merasakan ciuman yang berbeda darinya. Ciuman Kyuhyun kali ini lebih lembut dan penuh cinta. Tidak seperti ciumannya yang dulu, penuh nafsu dan kasar.

Aku membalas setiap lumatan Kyuhyun. Ia melumat bibir bawah dan atasku bergantian. Lidahnya menerobos masuk ke rongga mulutku dan menelusuri setiap sudut mulutku.

“Nghhh.”

Aku mendesah saat tangan kekar Kyuhyun menyentuh daerah sensitifku dan membelai lembut tubuhku. Saat ia sedang

menikmati leher jenjangku, ada yang mengetuk pintu.

Kyuhyun segera menghentikan kegiatannya dan segera membereskan dirinya dan diriku yang sedikit berantakan.

“Masuk.” Kata Kyuhyun setelah rapi kembali.

Seorang suster masuk membawa obat dan makanan untukku. Kyuhyun segera mengambil alih dan membawanya kehadapanku.

“Waktunya makan, jagi.” Katanya.

Ia menyodorkan sesendok bubur kemulutku. Mau tak mau aku pun membuka mulutku dan mengunyahnya. Dengan susah payah aku menelannya. Saat Kyuhyun akan menyuapkan sendok kedua, aku kembali mual.

“Huek.”

“Jagi.” Kyuhyun menutup mulutku. “Jangan dimuntahkan. Kau harus makan.”

“Huk.”

Air mataku menggenang disudut mataku. Menahan muntah itu sangat menyiksa. Aku menatap Kyuhyun. Memohon untuk melepaskan tangannya dari mulutku. Ia mengerti dan membawa tubuhku kekamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, aku segera memuntahkan kembali sesendok makanan yang kumakan barusan.

Kyuhyun mengusap lembut punggungku. Sementara aku terus mencoba memuntahkan semua isi perutku, meski tahu semua sia-sia. Tak ada yang tersisa didalam perutku.

“Huek.”

Setelah merasa lebih baik aku menoleh pada Kyuhyun, mataku berkaca-kaca. Kyuhyun melap sudut mulutku lalu memelukku.

“Kau pasti menderita.”

Aku balas memeluknya dan terisak dalam pelukan. Ya, Kyu. Aku sangat menderita. Batinku dalam hati.

Sejak kejadian itu Kyuhyun menjadi pria yang lembut. Dia juga sangat menjagaku. Sekarang aku tidak mengerjakan pekerjaan rumah lagi. Kyuhyun sudah mempekerjakan pembantu. Tugasku sekarang hanya menjaga janin yang sedang kukandung.

Kandunganku sudah menginjak delapan bulan lebih dua minggu. Aku baru saja selesai meminum vitamin untuk kandunganku. Ya, kandunganku lemah. Berkali-kali aku masuk rumah sakit karena mengalami pendarahan.

Saat aku menyimpan gelas kedapur, bel berbunyi. Aku heran kenapa jam segini Kyuhyun sudah pulang. Aku segera membuka pintu. Dan saat aku melihat orang yang ada dibelakang pintu aku sangat terkejut.

Pria yang sangat aku benci. Kenapa ia bisa tahu aku tinggal disini? Tubuhku kaku, lidahku kelu.

“Chaejin-ah…”

Ia menarikku kedalam pelukannya. Aku membeku. Kenapa ia kembali kekehidupanku? Tiba-tiba perutku sakit. Saat ia memelukku aku melihat Kyuhyun berdiri diujung sana menatap kami berdua. Aku bisa melihat kilatan marah dimatanya. Kyuhyun berbalik. Aku segera mendorong tubuh pria itu dan mengejar Kyuhyun.

Aku tidak peduli dengan rasa sakit yang menyerang perutku. Aku terus berlari mengejar Kyuhyun. Sebelah tanganku memegangi perut buncitku.

“Kyuhyun… Chakkaman…” aku berteriak memanggil Kyuhyun.

Aku merasa semakin sulit untuk melangkah. Sebelah tanganku menyangga tubuhku ditembok. Perutku semakin sakit. Aku berjalan tertatih-tatih.

“Kyu… Aaakkhh…”

Aku mengerang cukup keras. Sakit sekali. Aku melihat kakiku berlumuran darah. Begitu juga dengan rok terusan putih selututku, penuh bercak darah.

“Chaejin-ah…!!”

Seseorang merengkuhku. “Lepaskan aku Choi Siwon!”

Aku kembali berusaha berjalan. Aku mengigit bibirku menahan sakit. Punggung Kyuhyun semakin menjauh.

“Kyu…”

GUBRAK *halah*

Aku terjatuh. Rasanya semakin sakit. Aku melihat Kyuhyun menoleh kearahku. Pipiku dibanjir air mata. Aku menangis karena aku takut Kyuhyun meninggalkanku dan karena perutku semakin lama semakin sakit. Bagaikan diperas rasanya. Siwon kembali merengkuhku. Aku menepisnya kasar.

Aku memegangi perutku dan mencoba beringsut.

“Chaejin-ah…” panggilnya.

“Jangan menyentuhku.” jeritku.

Aku memejamkan mataku menahan sakitnya. Aku mendengar derap langkah kaki. Siwon mencoba menggendongku, tapi tiba-tiba ada yang menepis tangannya.

“Jangan sentuh istriku!” Kyuhyun memeluk tubuhku.

Aku mendongak menatap wajahnya. “Kyu…AAAKKKHH!!”

Aku menjerit keras dan meremas rangan Kyuhyun.

“Jagi…”

“Kyu… Kyuhyun-ah… appayo…”Kyuhyun segera membopong tubuhku. Meninggalkan Siwon yang terpaku ditempatnya.

“Bertahanlah, jagi.”

“Kyu… Kyunie… Nghhh…”

“Kumohon bertahanlah.”

Sakit sekali. Aku tidak kuat merasakan sakitnya.  Sakitnya tidak seperti biasanya. Yang mengalir keluar dari dalam tubuhku tidak hanya darah. Aku merasakan sesuatu yang lain dan cairan itu mengotori mobil mahal Kyuhyun. Aku terus menjerit kesakitan didalam mobil Kyuhyun.

Dirumah sakit aku dibawa kesebuah ruangan yang tidak kukenal. Kyuhyun menggenggam erat tanganku dan mengusap rambutku. Nafasku tidak beraturan. Ada yang membuka celana dalamku. Aku kembali mengerang saat ada yang menggerakkan kakiku.

“AAAAKKHH!!”

Sakit sekali. Aku merasakan sesuatu mengalir dari dalam tubuhku.

Aku menggenggam erat tangan Kyuhyun dan menatap wajahnya. Ia menatapku dan membelai pipiku lembut. Menghapus air mataku yang bercampur dengan keringat.

“Aku disini. Aku tidak akan meninggalkanmu.” Kyuhyun menenangkanku.

“Chaejin-ssi, jika kubilang dorong. Dorong dengan kuat.” Perintah sang dokter.

Aku mengangguk. Perutku terasa sangat sakit. Aku merasa ada yang mengganjal diselangkanganku. Aku menunggu aba-aba dari dokter.

“Chaejin-ssi, tarik nafas. Sekarang dorong!”

“NGHHH…” aku mendorong sekuat tenagaku.

“Tarik nafas. Tahan. Dorong!”

“NGG AAAKKH!”

Aku merasa ada menerobos keluar. Sakit sekali.

“Sedikit lagi Chaejin-ssi. Kepalanya sudah terlihat. Ayo, tarik nafas. Tahan. Dorong!”

Aku kembali mendorong. Kali ini aku benar-benar merasakan ada yang menerobos daerah kewanitaanku dan ada yang keluar.

“Sekali lagi, Chaejin-ssi. Dorong!”

“AAAKKHH.”

Semenit kemudian aku mendengar tangisan bayi setelah aku merasakan daerah kewanitaanku terasa terkoyak. Aku menatap Kyuhyun, mataku berbinar. Kyuhyun tersenyum lalu mengecup kilat bibirku. Aku ingin melihat anakku. Tapi mataku terasa berat. Lama kelamaan pandanganku kabur. Lalu gelap.

“JAGIYA…!! CHAEJIN-AH…!!” Kyuhyun menepuk pipiku, tapi aku tidak bisa membuka mataku.

“Tenang Kyuhyun-ssi, Chaejin-ssi hanya pingsan.”

Itulah kalimat terakhir yang kudengar.

##############

Aku membuka mataku perlahan. Aku mendengar keributan disekitarku. Aku mendengar suara omma. Aku menoleh dan melihat ommaku dan omma Kyuhyun sedang mengelilingi sebuah box bayi. Kyuhyun ada disampingku. Tersenyum dengan indah. Aku menatapnya lama.

“Non gwenchana?” tanyanya.

“Ne…” bisikku. “Bagaimana anak kita?” tanyaku sedikit serak.

“Sempurna dan sehat.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

“Chaejin-ah, kau sudah bangun?” Tanya ommaku.

“Ne, omma.” Aku tersenyum padanya.

“Anak kalian lucu sekali.” Kata omma Kyuhyun, ia membawa sebuah buntelan. “Lihatlah.”

Aku mencoba duduk. Kyuhyun membantuku. Lukaku masih terasa perih, aku sedikit susah untuk duduk. Aku mengambil alih buntelan itu. Menatap wajah kecil tanpa dosa yang sedang terlelap. Aku membelai pipi mungilnya.

“Kyeopta.” Ucapku.

Kyuhyun duduk disebelahku dan ikut menatap malaikat kecil kami. Dalam hati aku berterima kasih karena dengan kehadirannya, hidupku menjadi bahagia.

“Aku akan memnerinya nama, Jihyun. Cho Jihyun. Dia akan tumbuh menjadi gadis secantik ibunya.” Kata Kyuhyun. Aku tersenyum menatap wajah Kyuhyun dan menatap wajah anakku.

Aegya, jongmal gomawo. Kau telah mengubah hidup omma. Kau yang telah mengubah sikap appamu. Kau mengubah semuanya. Kau benar-benar malaikat kecilku. Saranghae aegya.

Aku mengecup keningnya. Kyuhyun memelukku. Aku berdoa semoga keluarga kecilku ini semakin bahagia.

#THE END#

74 comments on “TIME TO LOVE (KyuJin)[straight]

  1. Penderitaan Chaejin selama hamil dan sebelum hamil bener2 daebak..
    Terbalaskan dgn sifat Kyu yg lembut dan hadirnya malaikat kecil mereka, semoga mereka selalu bahagia..

  2. Bingung:/ :p ..
    Mungkin kurng panjng author kecepetan hhehe
    ngk tau alsan kyu jht trus tiba2 baik lahh siwon? Knp chunji benci siwon??
    Tp ttep suka😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s