Melody and Harmony in L ♥ VE [KyuJin]

Saya ngegiring ff luarrrrr biasa bikinan kakak ipar saya yang tercinta, tersayang dan terkasihi~~~ saya gak nyangka dia beneran bikinin saya FF sekeren ini , sedangkan saya masih ada utang FF sama beliau gak kelar-kelar *plakk*

buat Rae eonn, thanks bgt aku sukaaaaaaa FF-nya *cium cium*

[author : hikachovy a.k.a Han Rae Eun]

************

“hoaaah~ bagaimana ini? Darahnya malah semakin banyak yang keluar~!! Huhuhu”

aku menangis tak karuan karena lututku yang semakin banyak mengeluarkan darah. Tadi, gara-gara aku memaksakan diri mengambil bukuku yang dilempar hwangri ke atas pohon, lututku jadi robek begini!! Huaaa~ dan pergi kemana bocah sialan itu? gggrrr!! Dia pikir aku ini monyet apa? Melemparkan buku diary-ku seenaknya di atas pohon!! Kelakuan jailnya kali ini benar-benar tidak bisa di ampuni!! Ommaa~ Aku benar-benar takut darah! Seseorang datanglah~~ hiks

“kau kenapa? Manja sekali! Menangis tak karuan hanya karena lecet sedikit seperti itu?”

suara pria yang bernada dingin didepanku, cukup membuatku tersentak kaget. Apa-apaan dia? Apa dia bicara denganku? Aku tengadahkan wajahku ke atas untuk melihat suara siapa itu! OMO! Wajahnya??? Apa dia manusia?? Tanpa sadar, mulutku menganga lebar begitu melihat wajah pria yang ada di depanku sekarang! Tampan sekali diaaa~~

“kau ini kenapa? Dasar gadis gila!” umpatnya sadis. Lalu pergi begitu saja dari hadapanku! Hey~ siapa yang dia bilang gila barusan? Kurang ajar!!

“HEY! Kau ini siapa?” teriakku padanya.

Dia berhenti sesaat, lalu badannya berbalik ke arahku. “aku ini manusia! Masa kau tidak bisa lihat?” jawabnya asal. Dia lalu berbalik lagi dan pergi menjauhiku yang sedang melongo gara-gara mendengar ucapannya. Aku tau kau manusia! Yang aku Tanya  kan namanya! Bukan nama spesiesnya!! Dasar pria aneh~ (=.=)a

Mataku tetap fokus pada badannya yang semakin menjauh. Ah~ bersyukur mataku tidak bermasalah, jadi dalam jarak yang cukup jauh pun aku masih tetap dapat memperhatikannya. Dia terlihat kebingungan mencari tempat duduk yang pas. Dasar pria aneh! Padahal kan di tempatnya itu ada banyak kursi kosong. (-.-) setelah beberapa menit berpikir, akhirnya dia menjatuhkan pilihannya untuk duduk di kursi yang ada di bawah pepohonan yang rindang. Ah! Itu kan tempat favoritku~

Dengan langkah yang dipaksakan, aku mulai berjalan mendekatinya. Enak saja dia duduk di tempat keramatku!! Tapi, disaat jarakku mulai dekat dengannya, langkahku tiba-tiba berhenti! Entah ada apa. Tapi rasanya, kakiku sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Dia hanya ingin diam ditempat, begitu mendengar suara pria aneh itu. ya, orangnya memang aneh, tapi suaranya…. Ya ampun! Kata apa yang pantas untuk mewakili apa yang kurasakan saat ini? Suaranya benar-benar meneduhkan. Hatiku merasakan kehangatan yang luar biasa begitu mendengar alunan melody yang dinyanyikannya. Aku merasa tubuhku merinding sendiri!  Siapa pria ini sebenarnya? aku merasa, suaranya ini tidak asing di telingaku.

Mataku serasa tak berkedip dari tadi karena terlalu terpesona dengan suaranya yang menakjubkan! Bahkan, aku merasakan seluruh organ tubuhku berhenti bekerja untuk sesaat hanya untuk fokus mendengarkan nyanyiannya.

Suaranya begitu pelan, tapi entah kenapa terasa begitu jelas ditelingaku. Tiap untaian kata yang dinyanyikannya seperti sihir yang membuatku diam tak berkutik. Bahkan aku lupa bagaimana caranya bernapas dengan benar saat mendengarkan suaranya. Dia bernyanyi sambil memainkan biola dengan matanya yang tertutup rapat. Seolah lagu yang dinyanyikannya itu hanya boleh dinikmatinya seorang diri.

“apa yang kau lakukan?” tanyanya tiba-tiba

“hah?” jawabku refleks saat mendengar pertanyaannya.

Tunggu! Apa lagunya sudah selesai? Tapi sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya?

“apa kau begitu terpesonanya dengan lagu yang kunyanyikan?”

Tepat! Itu dia yang ingin aku tanyakan juga! Apa aku begitu terpesonanya sampai-sampai tidak sadar kalau dia sudah selesai bernyanyi? (.____.)

“anio!” jawabku ketus. Berusaha untuk menyembunyikan kegugupanku. Apa jadinya kalau aku berkata ‘iya, aku terpesona padamu’ bisa-bisa dia semakin besar kepala!

“aigo! Kau itu bukan tipe wanita yang pandai berbohong rupanya.” Dia mendecak dengan gaya yang menyebalkan. “jelas-jelas kau dari tadi berdiri terus didepanku tanpa berkedip sedetik pun! Dan… coba lihat! Kau bahkan sampai lupa untuk mengobati lukamu, heh?” ucapnya terkejut sambil menunjuk lututku yang memang tadi terluka.

Omo! Lututku?! Benar! Kenapa aku bisa lupa mengobatinya? Dan kenapa selama mendengarkan nyanyiannya tadi aku tidak merasakan sakit sedikitpun? Tapi sekarang…

“huaaaaaa~ lututku~ darahnya makin banyak yang keluar!” aku tiba-tiba menangis lagi sambil berteriak histeris begitu melihat keadaan lututku sekarang. Keadaannya benar-benar menyedihkan. Darahnya bahkan tidak berhenti mengalir. Dan.. kenapa kepalaku tiba-tiba pusing? Apa mungkin aku akan mati sekarang karena kehabisan darah? Sedetik kemudian aku tidak merasakan apa-apa lagi. Semuanya tiba-tiba gelap!

= = = =

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku perlahan. Ada dimana ini? Tempat ini sepertinya tidak asing bagiku.

“onnie sudah sadar?”

Aku melirikkan wajahku ke samping. Hwangri?? Oh! Jadi aku belum mati ya? Pantas saja tempat ini tidak asing, ini kan rumahku! “kenapa aku ada disini?” tanyaku lemah.

“ckckck. Onnie.. onnie.. kau ini benar-benar memalukan! Bagaimana bisa kau pingsan hanya karena melihat darah?”

“darah?” aku mengernyitkan dahiku bingung. Ah! Benar. Darah! Aku ingat sekarang. Gadis ini, sudah membuat kakaknya menderita masih saja mengataiku memalukan? Benar-benar minta dibunuh rupanya! Aku mendudukkan tubuhku di atas ranjang dan langsung menatapnya tajam. “YAK! Kau mau membunuhku hah? Kau tau aku benar-benar ketakutan karena melihat darah! Sampai aku dibilang wanita gila oleh pria aneh!”

“tapi kau harus berterima kasih pada pria yang kau katakana aneh itu onnie” ucapnya santai dengan wajah tanpa dosa.

“wae?” tanyaku heran.

“karena dia yang menggendongmu dari taman sampai ke sini. Bahkan dial ah yang mengobati lukamu itu. ya~ biarpun dia melakukannya sambil mengomel sih.”

“MWO?”

“aish! Onnie aku tidak tuli!!”

“ceritakan semuanya padaku!” bentakku tanpa menghiraukan omelannya.

“sepertinya itu bukan nada meminta yang baik dan benar” ucapnya dengan gaya yang sok dewasa. Anak ini benar-benar…

“Lee Hwangri sayang, adikku yang manis, tolong ceritakan semuanya se-ka-rang” ujarku dengan menekan segala emosiku yang sudah sangat memuncak.

“baiklah, tapi telepon dulu heecul oppa! Aku tidak mau dia salah paham karena ucapanmu tadi pagi” perintahnya sambil menyodorkan hape padaku. Ya tuhaaan~ benarkah dia ini adikku? Kalau saja dia bukan adikku sudah aku cincang dia jadi makanan si heebum! Kucing kesayangan pria pujaannya itu. Hhhh..

“aku harus bicara apa?”ucapku malas pura-pura tidak mengerti maksudnya.

“onnie! Jangan memaksa aku untuk melempar semua barang-barangmu ke atas pohon seperti tadi lagi ya!” ancamnya dengan nada marah.

Hah~ baiklah adikku ini kalau sudah marah memang bisa berubah jadi evil yang menyebalkan! Padahal tadi pagi itu kan niatku sudah baik. Hanya ingin membantu dia menyampaikan perasaannya pada nona Heechul~ (ah! Aku panggil nona bukan berarti dia wanita ya? Dia itu pria cantik! Makanya aku lebih nyaman memanggilnya nona~ hahaha)

Memangnya dimana letak kesalahanku coba? Aku kan tadi pagi cuma melabrak nona heecul sedikit hanya karena dia terlalu genit dengan sahabatku sendiri. Dan masalah aku bilang klo adikku sangat mencintainya… uhm, itu kan cuma kesalahan teknis saja! Huh! Lee Hwangri ini memang benar-benar aneh! Bukannya berterima kasih aku sudah membantunya mengungkapkan perasaannya, tapi malah marah-marah tidak jelas! Pake acara melemparkan buku ke pohon segala lagi! Jelas-jelas dia suka, tapi masih saja berdalih klo nona heechul gila itu hanya dianggapnya sebagai kakak saja! Hhhh..

“kau tunggu apa lagi onnie-ku sayang? Haruskah aku mulai melaksanakan ancamanku, huh?” dia mulai berdiri untuk mengambil gitar kesayanganku! Aigo~

“arasseo.. arraseo.” Ujarku cepat.

= = = = = = =

Hari ini aku kembali ke taman yang kemarin. Taman tempat aku bertemu dengan pria aneh itu. pria aneh yang membuatku kesal tapi juga kagum sekaligus. Aish! Sebenarnya yang aneh disini aku atau dia?

Sejak mendengar cerita hwangri semalam, aku jadi semakin penasaran, siapa pria itu sebenarnya? Dia bahkan tau namaku, dan segala asal usulku! Apa aku pernah mengenalnya sebelum ini? Bagaimana dia bisa tau rumahku? Tau namaku? Tau kalau hwangri adalah adikku satu-satunya, dan yang paling penting, bagaimana dia tau kalau aku hanya tinggal berdua saja dengan hwangri??? Kalau begitu… berarti dia tau keadaan keluargaku seperti apa kaan?Aah~ entahlah.. terlalu banyak pertanyaan yang memenuhi otakku sekarang ini! aku hanya benar-benar ingin segera bertemu dengannya, dan menanyakan banyak hal yang sudah memenuhi otakku sejak semalaman.

Aku langsung duduk di bangku favoritku begitu aku sampai taman. Tampaknya dia memang belum datang. Atauuu.. tidak akan datang? Aku harap sih dia datang!! Cukup hari ini saja dia datang tidak masalah. Asalkan semua pertanyaan yang membuatku penasaran ini bisa terjawab, itu sudah cukup. Aku menyalakan i-pod ku dan langsung memutar lagu di playlist. Aku menyandarkan punggungku pada pohon sekedar untuk me-rileks kan badan.

“kau datang lagi rupanya?”

Suara itu? ah! Apa pria aneh itu sudah datang? Segera kubuka mataku dan.. benar! Itu dia! Ya Tuhaaan~ kenapa wajahnya begitu menyilaukan? Padahal cuaca hari ini jelas-jelas sedang mendung.

“hai” ucapku sedikit kaku

Dia duduk disampingku dengan raut wajah yang tetap dingin! Aneh~ bukankah ini kali kedua aku bertemu dengannya? Kenapa aroma tubuhnya begitu sangat familiar di hidungku? Benarkah sebelum ini kita pernah bertemu? Aku memperhatikan wajah pria disampingku ini dengan seksama. Kutelusuri tiap lekuk wajahnya, dan berharap kalau ada sesuatu yang bisa kuingat dengan memperhatikannya.

“bagaimana kabarmu Lee Chaejin-ssi?” ucapnya dingin. Ekspresinya benar-benar datar. Tapi entah kenapa aku bisa merasakan amarah yang luar biasa dari ekspresinya itu. dia bahkan bertanya tanpa menatap wajahku. Dasar! Memangnya aku pernah berbuat salah padanya apa? Dan tunggu…. Tadi dia bilang apa? Lee Chaejin-ssi? Dia benar-benar tau namaku!!

Aku menghela napas dalam untuk mengumpulkan semua kekuatanku, “bagaimana kau tau namaku?” tanyaku hati-hati.

“benarkah kau sudah melupakanku?”tanyanya lirih. Dia mulai menatapku tajam. Jantungku serasa berhenti berdetak melihat tatapannya. Tatapannya membuatku lupa bagaimana caranya bernapas dengan baik. Ah~ aku butuh oksigen!!

“apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?” tanyaku ragu. Berusaha untuk menguatkan diri agar tidak pingsan –lagi- di depannya.

Dia mengalihkan tatapan tajamnya dariku. Sejenak aku mulai menemukan oksigenku kembali. Meskipun jantungku sepertinya masih sulit untuk bekerja dengan normal karena efek tatapannya barusan.

Dia menyandarkan tubuhnya ke pohon, kepalanya disandarkan pada kedua tangannya yang ditekuk kebelakang *kebayang ga posisinya? LOL* dia menarik napas dalam, dan menghembuskannya secara perlahan, “harus dengan cara apa agar kau bisa ingat, huh?”

“jadi benar, kita pernah saling mengenal sebelumnya?” tanyaku lagi dengan tatapan penasaran.

“YAK! Apa kau ini benar-benar gila hah? Ani! Kau benar-benar sudah membuatku gila!!!” teriakannya yang tiba-tiba seperti itu benar-benar membuatku terlonjak kaget! Apa-apaan dia? Baru tadi berwajah sendu, sekarang sudah jadi garang? Benar-benar pria aneh!

“kau ini kenapa?” tanyaku takut

“ganti rugi biolaku!” jawabnya ketus

“mwo?” aku mengernyitkan dahi heran.

“apa kau tuli? Ganti rugi biolaku!!” sergahnya kesal. “kau tau? Gara-gara harus mengantarkanmu, aku kehilangan biolaku!” lanjutnya dengan wajah yang emosi.

“kau ini sebenarnya bicara apa sih? Tolong jangan membuat orang waras sepertiku jadi gila!” umpatku kesal. Pria ini benar-benar aneh!

“harus bicara dengan bahasa apa agar kau mengerti hah? Biolaku hilang karena aku mengantar kau pulang kemarin! Dan sekarang kau harus bertanggung jawab!”

“kenapa biolamu bisa hilang? Dan kenapa harus aku yang bertanggung jawab?” tanyaku polos

Dia mengacak-acak rambutnya kesal. “kebodohonmu sudah melebihi kuota kebodohan orang normal, kurasa.” Baru saja aku akan menjawab, dia sudah langsung melanjutkan, “kemarin aku meninggalkan biolaku di bangku ini, karena harus menggendongmu dan mengantarkanmu sampai rumah. Belum lagi aku harus mengobati lukamu terlebih dahulu sebelum aku bisa pulang. jadi bisa kau bayangkan kan bagaimana nasib biola mahalku yang disimpan seorang diri disini selama berjam-jam??” jelasnya dengan nada sombong.

“cih~ memang siapa yang menyuruhmu meninggalkan biola mahalmu itu disini?” sungutku kesal.

“kau ini ya…”

“HEEY! Kalian berisik!” tiba-tiba saja aku mendengar seorang wanita berteriak ke arah kami.

Tunggu! Dimana suara itu? aku dan laki-laki aneh ini menengok ke kanan dan ke kiri untuk melihat siapa yang berteriak barusan. Tapi….. di daerah dekat kami ini tidak ada siapapun! Apa ini cuma imajinasiku saja ya?

“apa tadi itu suara setan?” Tanya pria aneh itu dengan tampang bodoh

“YAK! CHO KYUHYUN siapa yang kau bilang setan?” teriak wanita itu lagi.

Aku dan pria aneh yang dipanggil cho kyuhyun itu, refleks melihat ke atas. OMO! Aku kenal wanita itu. “Rae onnie!! Apa yang kau lakukan di atas pohon hah?” teriakku heran

“apa yang kulakuan? Tentu saja istirahat! Bodoh” ujarnya santai sambil sesekali menguap. Aigo~ jangan bilang kalau dia tidur disana!

“kau tidur?” teriak pria aneh itu. sepertinya keherananku menular pada dia.

“siapa bilang aku tidur?” teriaknya marah seolah-olah tidak terima dengan pertanyaan pria aneh disampingku. Beberapa detik kemudian dia langsung meloncat turun dari salah satu ranting pohon dan langsung merenggangkan badannya. “aku ini tidak tidur! Tapi mencari inspirasi, saking seriusnya sampai mataku terpejam lama”  *gubraak*

“apa onnie ini benar-benar manusia?” tanyaku dengan tatapan heran. Aneh saja ada wanita ajaib seperti dia yang bisa tertidur di…. Atas pohon?? (.__.)a

“kau sudah bosan hidup chajin~ah?” tanyanya kesal. Setelahnya dia langsung tersenyum penuh arti padaku, “akhirnya kau sudah bertemu dengan kyuhyun ya? Aku senang” ucapnya. Dan aku lagi-lagi dibuat heran. Rae onnie kenal pria aneh ini?

“kyuhyun itu…. pria aneh ini onnie?” tanyaku ragu sambil menunjuk ke pria aneh disampingku

“MWO? Jadi kau tidak tau nama evil gila ini?” rae onnie membelalakkan matanya terkejut begitu mendengar pertanyaanku. Memang ada yang salah dengan pertanyaanku ya? Aish~ aku jadi semakin bingung saja!!

“sudahlah rae~ya dia ini memang pikun tingkat akut! Dan aku yang akan bertanggung jawab untuk menyadarkannya.” Ucap kyuhyun dengan nada yang sedikit lelah..

“kau sudah memberitahu semuanya?” Tanya rae onnie pada pria yang bernama kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng lesu, “aku ingin dia sendiri yang mengingatnya.” Ujarnya sambil mengarahkan kepalanya padaku.

“tunggu! Kalian ini membicarakan apa sih?” tanyaku bingung

“chaejin~ah.. kau-“

“diamlah! Han Rae Eun!!” potong kyuhyun tiba-tiba dengan nada yang hampir berteriak

“PANGGIL DIA NUNA~!!” tiba-tiba seorang pria berteriak membuatku –kembali- terkejut. Aku melirikkan lagi kepalaku ke kanan dan ke kiri mencari pemilik suara yang sudah membuatku kaget! Tapi nihil. Di daerah sini memang masih sepi.

“aigo~ kalian benar-benar monkey couple sejati” decak kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya melihat ke atas… pohon? Lagi?? Aku ikuti arah tatapan kyuhyun. Benar saja~ ternyata pria yang berteriak barusan ada di atas pohon! Lee Hyuk Jae.

“bunuh saja dia jagi~ sudah tidak sopan membentakku.” Teriak rae onnie pada pacarnya yang kini sedang gelayutan di salah satu ranting pohon. Omo! Apa pasangan ini benar-benar gila? Jadi selama ini mereka sama-sama tertidur di atas pohon? (o.O) setelah puas gelayutan tidak jelas, akhirnya hyuk jae oppa loncat dan turun dengan mulus di atas tanah. Dia merenggangkan tubuhnya lalu tersenyum padaku. “annyeong chaejin~ah”

“apa yang kau lakukan di atas sana oppa?” tanyaku heran

Dia mengangkat bahunya sambil tersenyum,  “tidak ada~ hanya menemani rae mencari inspirasi. Lalu tidak sadar malah jadi bersemedi disana.. hahaha”  jawabnya konyol.

Pasangan ini benar-benar limited edition! Rae onnie dan Hyuk Jae oppa adalah pasangan terkenal di kampusku. Aneh sekali! Mereka terlihat sangat serasi, cocok dan begitu berkharisma kalau sedang ada di kampus. Tapi kenapa di luar kampus mereka bisa jadi segila ini? Ckckckc sulit dipercaya!

Tapi yang membuatku heran, bagaimana pasangan ini bisa mengenal pria aneh yang misterius yang bernama Cho Kyuhyun? Aku benar-benar penasaran.

“yak! Kau ini sedang melamunkan apa?” kyuhyun menampar-nampar kedua pipiku pelan. Anak ini…….. hhhhh..

“apa? Tidak ada!” aku melepaskan tangannya dari pipiku. Bisa mati kehabisan oksigen kalau keadaan seperti ini tidak dihentikan! “heh.. mana rae onnie dan hyuk oppa?” tanyaku heran begitu sadar kalau monkey couple yang baru turun dari pohon barusan sudah menghilang.

“mereka sudah pergi.” Jawabnya cuek, dia lalu menggenggam tanganku erat dan menarikku untuk jalan mengikutinya.

“hey! Apa yang kau lakukan?”

“saatnya per-tanggung jawab-an”

“MWO??”

= = = = =

“mulai sekarang, kau akan tinggal disini.” Perintahnya begitu aku berhasil ditarik paksa untuk masuk ke dalam rumahnya yang luar biasa besar.

Rumahnya ini bergaya seperti pada jaman penjajahan saja. Masih kuno untuk ukuran rumah yang hidup di jaman modern seperti sekarang ini. Memasuki rumahnya seperti sedang syuting princess hours saja~ hahaha tapi entah kenapa, aku merasa nyaman sekali saat berada disini. Perasaan apa ini? Bukankah ini kunjungan perdana ku ke rumah pria aneh yang bernama Cho Kyuhyun? Kenapa aku merasa nuansa-nya sangat tidak asing? Benar-benar aneh!

“kenapa kau masih saja bengong?” teriakannya itu lagi-lagi membuyarkan lamunanku

“hah? Apa?” tanyaku bingung

“kau selama ini makan apa sih? Kenapa otakmu semakin lelet saja? Aku menyuruhmu untuk tinggal disini sebagai pelayanku mulai sekarang! Jadi cepatlah bersiap-siap.”

“mwoya? Pelayan katamu? Andwe! Kau pikir aku ini siapa??”

“kau ini Lee Chaejin yang bodoh! Apa lagi?” balasnya ketus, dia lalu menjentikkan jarinya, dan hanya dalam hitungan detik sudah datang beberapa pelayan yang langsung menarikku. “yak! Apa yang kalian lakukan? Cho Kyuhyun mati kau!” umpatku habis-habisan. Tenagaku tiba-tiba saja lenyap kalau harus melawan para pelayan yang bertubuh kekar seperti ini!! Omma~ apa dosa anakmu ini? T__T

= = = = =

“kau benar-benar cocok dengan pakaian itu” ujarnya begitu melihat penampilanku.

Dia benar-benar gila!! Aku dipermak habis-habisan oleh beberapa pelayannya menjadi wanita aneh. Penampilanku sudah seperti sailormoon salah alamat saja. Rambutku yang biasa kubiarkan tergerai, kini dikuncir 2 seperti anak TK, bajuku berlengan pendek dengan motif bunga-bunga dan pita besar di bagian dada. Lalu kebawahannya? ROK dengan panjang yang beberapa senti saja di atas lututku! Aigo~ lebih baik aku mati saja dari pada harus berpenampilan stress seperti ini!!

“sebenarnya apa maumu hah?”  teriakku kesal.

“aku mau kau jadi pelayanku selama 24 jam untuk mempertanggungjawabkan  semua perbuatanmu padaku.” Jawabnya santai sambil ditemani evil smile-nya yang menjijikan.

“kalau maksud dari tanggung jawab yang kau minta itu adalah tentang biola mu yang hilang karena sikap baikmu yang mengantarkanku sampai rumah dan mengobati luka ku sampai berjam-jam, maka aku tegaskan sekali lagi bahwa aku tidak akan bertanggung jawab!” tegasku dengan segala penekanan di setiap kata-nya

“sayangnya, bukan itu yang membuatku meminta pertanggungjawaban-mu.” Ujarnya tenang, dia menghela napas pelan, lalu melanjutkan dengan tatapan tajamnya seperti yang tadi dia lakukan padaku di taman, “aku meminta pertanggung-jawaban atas hatiku yang sudah kau curi sepenuhnya dariku..”

“mwo? Kau gila hah?” tanyaku heran. Ucapannya ini benar-benar membuat kepalaku mau pecah saja!

“aku memang sudah gila sejak 10 tahun yang lalu” ujarnya lirih. Dia lalu pergi meninggalkanku yang masih bengong karena mendengar ucapannya.

“ah~ uri Hwangri sudah datang? Apa kau capek?”

Sayup-sayup aku mendengar suaranya menyapa hwangri. Tunggu!! hwangri?? Apa dia ada disini? Segera aku membalikkan badan dan pergi menyusul pria aneh itu.

Benar! Hwangri ada disini! Kenapa anak itu bisa sampai disini? Dan… kenapa dia membbawa koper segala?

“hwangri?” ucapku ragu

“onnieee..!! kau ini kenapa tidak bilang dulu padaku kalau kita akan tinggal disini?” sambutnya semangat. “dan.. hmpf. Pakaian apa itu?  hahaha” dia langsung tertawa terpingkal-pingkal begitu menyadari penampakanku sekarang, “kyuhyun oppa~ kau benar-benar daebak!”lanjutnya sambil mengacungkan 2 jempolnya pada kyuhyun. Ck! Setelah itu mereka malah saling ber-high five. Hey! Sejak kapan 2 orang gila ini jadi akrab?

“Lee Hwangri, jangan bilang kalau kau sudah mengenal cho kyuhyun?” selidikku pada adikku yang sekarang masih tertawa.

Tiba-tiba saja dia membelalakkan matanya begitu mendengar pertanyaanku. Dia lalu menatapku heran, “memangnya onnie masih belum kenal dengan kyuhyun oppa?”tanyanya dengan ekspresi kaget yang berlebihan. Melihat aku menggeleng bingung, dia membelalakkan matanya –lagi- , “bagaimana mungkin kau tidak kenal dengan melody-mu onnie?” ungkapnya.

“MWO?” kali ini aku yang membelalakkan mata kaget mendengar ucapan hwangri. Melody-ku katanya?

“onnie-mu ini memang sudah pikun mendekati amnesia.” Celetuk kyuhyun begitu mendengar ucapan hwangri. Dia langsung mengambil koper hwangri, “ayo, kuantar kau ke kamarmu. Biar gadis amnesia ini aku yang urus”

setelah mengucapkan itu, dia dan hwangri langsung pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong. “kubunuh kau kalau nanti aku kembali masih belum ingat” desis kyuhyun saat melewatiku.

= = = = =

Aku termenung sendirian di ruangan ini. Perlahan kepingan kejadian masa kecilku kembali menyeruak. Benarkah cho kyuhyun, pria yang aku anggap aneh itu adalah melody-ku? Benarkah dia orangnya? Jantungku mulai berdegup tak beraturan membayangkan kalau orang yang selama ini aku hindari, kini sudah kembali memasuki kehidupanku.

Cho kyuhyun…

Dia adalah satu-satunya pria yang sudah berhasil merebut semua sumber kehidupanku. Dialah jantungku yang sangat kucintai. Tiap detakan yang dihasilkan jantung ini, selalu terselip rasa rinduku padanya.

Cho Kyuhyun…

Bagaimana bisa kau menemukanku?

Bagaimana bisa kau masih mengenaliku? 10 tahun ternyata masih belum cukup untuk membuatmu membenciku dan melupakanku..

Tak terasa air mataku sudah mengalir deras. Mengingat masa laluku bersama seorang cho kyuhyun selalu berhasil membuatku menjadi wanita yang lemah. Padahal selama ini kupikir aku sudah menjadi wanita kuat yang pantang untuk mengeluarkan air mata. Tapi ternyata…. Hhhhhh.

10 tahun yang lalu, saat usiaku 12 tahun, aku meninggalkan kota kelahiranku untuk belajar mandiri. Belajar untuk terlepas dari jantung kehidupanku, Cho Kyuhyun. *lebay gilaaaa* aku pergi bukan karena membencinya ataupun ingin menghapusnya dari hidupku. Aku pergi karena ingin melihatnya bahagia tanpa harus merasa khawatir dengan keadaanku.

Saat usiaku 9 tahun, kedua orangtuaku mengalami kecelakaan yang membuatku harus menerima kenyataan menjadi anak yatim piatu. Sebelum kecelakaan itu terjadi, ayahku sudah terlebih dahulu dililit hutang yang mengakibatkan seluruh harta kekayaan milik ayah di sita habis oleh bank. Alhasil, hari kematian kedua orangtua-ku menjadi hari pengubahan status-ku dari anak orang kaya, menjadi anak gelandangan. Tidak ada satupun saudara yang menampungku karena memang kedua orangtua-ku adalah anak tunggal di keluarganya. Sementara kakek dan nenek-ku sudah lama meninggal.

Selama beberapa hari, aku dan hwangri hanya bisa berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Keadaanku bisa membaik setelah bertemu dengan keluarga Cho. Mereka bersedia menampung aku dan hwangri di panti asuhan milik mereka. Ya, keluarga kyuhyun memang mengelola sebuah panti asuhan.

Di panti asuhan itu aku menemukan keluarga baru yang hangat. Disana pula lah aku menemukan jantung kehidupanku, Cho Kyuhyun. Aneh! Padahal waktu itu usia kami masih sangat kecil, tapi kami sudah mengerti apa itu cinta.. ckckckc *jgn dicontoh ya anak2! Haha*

Kyuhyun lah yang telah memberikanku kehidupan baru. Dia yang memberikan semangat hidup untukku. Menjaga dan melindungiku setiap hari selama 24 jam! *emang kyu satpam yak?* *plaak* #abaikan

Bernyanyi dan bermain musik adalah salah satu caranya untuk menghiburku. Dan itu memang selalu berhasil. Ah~ aku pernah bilang kan, kalau suaranya itu sangat meneduhkan? Hanya dengan mendengarkan nyanyiannya, diiringi oleh alunan musik yang dimainkannya sudah cukup membuat sedihku terbang entah kemana. Itulah sebabnya aku menjadikannya sebagai melody-ku.. hahaha

Tapi jangan pernah menganggap kalau kyuhyun itu romantis! Dia itu tidak ada bakat romantis sama sekali~ waktu yang kuhabiskan dengannya justru dipenuhi dengan pertengkaran tidak penting. Tapi sifatnya memang selalu menyeimbangi dengan karakterku yang selalu berubah-ubah.

Hhhh… seandainya pria itu bisa mengontrol emosinya, hubunganku dengannya sekarang pasti akan tetap baik-baik saja.

Aku memutuskan untuk melarikan diri dari panti asuhan dengan mengajak hwangri, karena sikap pria bodoh itu yang over protected! Dia terlalu mengkhawatirkan keadaanku, sampai sering mengabaikan kepentingannya.

Impiannya adalah menjadi seorang penyanyi. Dia ingin menjadi seorang musikus professional. Tapi karena ingin selalu melindungiku, dia selalu mengacuhkan tawaran beasiswa yang bisa mengantarkannya pada impian terbesarnya itu. Bagaimana mungkin aku bisa diam saja melihat orang yang kucintai kehilangan masa depannya hanya karena sifat manja ku yang selalu membuatnya khawatir? Oleh karena itulah, aku memutuskan untuk menjauhinya dengan harapan dia bisa melangkah dengan lebih ringan untuk mewujudkan mimpinya.

Tapi sekarang…. Apa yang harus kulakukan??? Haruskah aku kembali melarikan diri? Aku sangat tau sifat pria bodoh itu! Dia pasti akan selalu mengabaikan kesempatan menuju kesuksesannya kalau ada aku disampingnya.tidak!! itu tidak boleh terjadi!!

= = = = =

Pantas saja aku merasa tidak asing dengan rumah ini. Aku ingat sekarang. Dulu sewaktu masih tinggal di panti, keluarga cho pernah mengajakku liburan kesini. Kalau begitu… apakah kamar kyuhyun masih tetap sama ya?

Aku mencoba mengingat-ngingat letak kamar pria aneh itu. Kalau tidak salah, kamarnya itu dekat air mancur di pinggir taman belakang. Ah! Aku coba kesana saja dulu.

Setibanya di taman belakang, mataku langsung tertuju pada sebuah ruangan yang tertutup rapat dengan papan yang terpajang di pintu bertuliskan ‘Kyuhyun area~’! ternyata kamarnya masih disini. Hahaha dengan langkah yang sedikit mengendap-ngendap, aku berjalan ke arah kamarnya. Kenapa kelakuanku ini sudah seperti maling saja yah? Ah! Sudahlah. yang penting, aku bisa menyimpan surat ini ke kamarnya dengan aman.

Aku sudah memutuskan untuk melarikan diri –lagi- dari kehidupannya. Aku benar-benar tidak bisa membiarkan pria bodoh itu mengabaikan masa depannya seperti dulu. Pokoknya selesai menyimpan surat ini, aku akan langsung kabur bagaimanapun caranya! Masalah hwangri yang masih disini, bisa aku culik kalau rumah ini sudah aman kususupi nantinya.. hahaha😄

Perlahan kutarik kenop pintunya kebawah. CKLEK! Ah~ benar-benar mujur. Pintu kamarnya tidak terkunci ternyata. Baguslah~ aku jadi mudah untuk cepat melarikan diri tanpa harus merusak pintunya. :D

Aku langsung menyimpan suratku di meja yang terletak disamping tempat tidurnya. Harusnya aku langsung melarikan diri setelah menyimpan surat itu. Tapi…. Ada sesuatu yang menarik perhatianku. Di pojok ruangan kamarnya, aku melihat sesuatu yang sangat tidak asing. Tunggu! Itu kaaan… biolanya? Hah? Bukankah tadi dia bilang kalau biola itu hilang? Ckckck dasar pria sialan! Ternyata dia memang benar membohongiku.

Aku mengambil biola yang tergeletak di pojok ruangan tersebut dengan hati-hati. Biola ini…. Lagi-lagi aku tak kuasa menahan air mataku sendiri untuk jatuh. Kemarin aku tidak terlalu memperhatikan. Ternyata biola yang kemarin digunakannya adalah biola yang kuberikan untuknya di hari ulang tahunnya. Biola ini sama sekali belum berubah. Bagaimana mungkin dia bisa menjaga barang yang sudah berumur puluhan tahun ini dengan sangat baik?

Aku melihat ke bagian belakang biola tersebut. Benar! Ini adalah biola dariku! Karena di bagian belakang biola ini, masih tertulis ukiran yang kubuat. ‘ Melody and Harmony in LOVE’

“apa kau sudah mengingatnya, hmm?”

DEG! Kenapa dia bisa ada disini? Jantungkuuuu~ kumohon bertahanlah~ >,< dadaku langsung berdegup kencang begitu mendengar suaranya yang tepat ditelingaku. Terlebih dia langsung memelukku tiba-tiba dari belakang dengan dagunya yang menempel di pundakku. Aigo! apa yang harus kulakukan?? Pita suaraku bahkan langsung tenggelam entah kemana! Tubuhku benar-benar kaku begitu merasakan desahan napasnya yang lembut mengenai kulit leherku. Omma~~ oetokkhe??

“kenapa kau diam, lee chaejjin-ssi?” tanyanya hampir berbisik di telingaku.

Aku mencoba melepaskan pelukannya dariku, tapi dia malah semakin mengeratkan tangannya di pinggangku. “tak akan kulepaskan sebelum kau menjawab pertanyaanku.” Ucapnya dengan nada mengancam.

Aish! Pria ini benar-benar….

“kumohon lepaskanlah!” ucapku mencoba untuk sedingin mungkin.

“jawab pertanyaanku, baru kulepaskan” sergahnya tak kalah dingin.

“baiklah aku ingat! Puas?”

“aku tidak akan pernah puas sebelum kau berhenti menghindariku.” Ujarnya semakin mengeratkan pelukannya.

Aku benar-benar pasrah sekarang. Perlakuannya ini benar-benar sudah membuat seluruh ototku lemas seketika. Bahkan kakiku sudah tidak lagi kuat menopang tubuhku sendiri. Tanpa kusadari. Air mataku lagi dan lagi kembali terjatuh membentuk aliran sungai kecil di atas pipi. “mianhe kyuhyun~ah” ucapku lemah. Hanya itu yang bisa kuucapkan saat ini. Meskipun aku tahu, dua kata itu pastinya tidak sebanding dengan apa yang telah kulakukan padanya selama ini.

Perlahan dia mulai melepaskan pelukannya dariku. Dia membalikkan tubuhku dengan sangat hati-hati. Seolah-olah aku ini sebuah kaca yang mudah retak. Dia lalu menatap wajahku. Meskipun aku tidak melihat tatapannya, tapi aku dapat merasakan betapa tajamnya tatapannya saat ini. Wajahku yang dilihat, tapi entah kenapa hatiku yang merasakan sakitnya. Melihat aku yang masih menundukkan kepala sambil menangis, dia menangkupkan kedua tangannya pada wajahku. Refeleks, wajahku terangkat dan langsung menatap wajahnya.

Setelah 10 tahun, inilah kali pertama aku melihat wajahnya sedekat ini. Entah bagaimana nasib jantungku sekarang. Yang jelas aku sudah tidak dapat lagi merasakan detakannya saat mataku tertuju pada wajahnya dengan jarak yang begitu dekat.

Dia tersenyum dengan samar, “apakah aku pernah meminta permintaan maaf darimu?” ujarnya lembut

Tak pelak, ucapannya itu langsung membuat air mataku semakin deras mengalir. Inilah yang kubenci darinya! Tak peduli bagaimanapun perlakuanku padanya, dia tetap bersikap baik padaku, seolah-olah aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun.

“ssstt… tenanglah.”

Dia menghapus air mataku dengan kedua tangannya, lalu membenamkan wajahku pada dadanya. *aaaawwww! Ngeces ><* “menangislah jika itu dapat membuatmu tenang.” Bisiknya

= = = = =

“masih ingin melarikan diri, heh?” tanyanya dengan geram dan langsung meremas surat yang tadi kusimpan di atas meja.

Aku mencoba untuk mengalihkan tatapan tajamnya. Lama-lama ditatap seperti itu, bisa membuatku mati kena serangan jantung!

“bukan begitu….” Ucapku takut-takut.

Aish! Padahal tadi, ketika aku menangis, sikapnya sangat lembut. Kenapa sekarang tanduk evil-nya tiba-tiba keluar hanya karena membaca surat itu?

Dia lalu mengangkat daguku agar aku mau menatapnya. “apa yang harus kulakukan agar kau mau diam disampingku hah?” ujarnya pelan tapi sarat dengan emosi.

“anio~ bukan seperti yang kau pikirkan.”

“memang apa yang bisa kupikirkan saat orang yang selama 10 tahun sudah membuatku gila ini, akan melarikan diri lagi dariku?” teriaknya dengan penuh emosi. “kau mengharapkan aku berpikir seperti apa LEE CHAEJIN-ssi?”

“kau ini tenanglah sedikit! Kenapa jadi mudah emosi seperti ini?” teriakku kesal

“bagaimana aku tidak emosi melihat kelakuanmu yang senang kabur seperti itu hah?”

“bagaimana aku kuat untuk tidak kabur kalau kelakuanmu masih kekanakkan seperti ini?” tanyaku sarkatik

“kekanakkan katamu? Apakah sebegitu terlihat ke-kanakkan-nya aku dimatamu? Apa sebegitu terlihat ke-kanakkan saat aku selalu berusaha untuk melindungi orang yang kucintai? Apa aku tidak boleh meminta orang yang sudah merebut hatiku ini untuk selalu tinggal disampingku? Jawab aku!!!”

“aku hanya tidak ingin kau terlalu memperhatikanku sampai mengabaikan impian dan masa depanmu, kyu.” Ujarku lirih. Sebisa mungkin aku menahan agar air mataku tidak terjatuh –lagi-

Kudengar dia menghela napas panjang. Dia lalu menatapku dengan tatapan serius. Tatapan yang tidak pernah dia tunjukkan padaku sebelumnya. Dia menggenggam telapak tanganku dengan erat, seolah ingin memberiku keyakinan atas apa yang akan diucapkannya. “hanya ada satu hal dalam masa depan dan impianku. Dan hal itu tidak bisa kuubah seberapa besarpun aku berusaha. Hal itu adalah kau, Lee Chaejin. Hanya ada kau dalam masa depan dan impian yang ingin kuraih dalam hidup ini.”

Bagus cho kyuhyun! Ucapanmu berhasil membuat pertahananku runtuh kembali. Entah untuk keberapa kalinya,  aku menangis mendengar ucapannya.

“sebegitu menawannya kah aku sampai kau tergila-gila seperti itu?” tanyaku dengan senyum evil andalanku. Pletaakk! Dia langsung menjitak kepalaku begitu mendengar pertanyaanku.. dasar!

“berhenti menghayalkan hal yang tidak-tidak” gerutunya dengan mengembungkan pipi kesal.

“aigo! kenapa wajahmu memerah kyuhyun~ah?” teriakku menggodanya. Wajah meronanya itu benar2 lucu! Hahahaha

“ecieeee~ pasangan evil akhirnya bersatu”

Refeleks kami langsung melihat ke arah pintu. Sejak kapan rae onnie, hyuk oppa dan hwangri ada disana? Jangan bilang kalau mereka menguping!

“yak! Kalian menguping?” teriakku dan… kyuhyun berbarengan.

“wah.. wah.. kedua kakakku ini benar-benar kompak” ucap hwangri dengan tatapan kagumnya yang dibuat-buat.

“kami ini pantang menguping ya~” ucap rae onnie “kami hanya mendengar diam-diam” lanjut hyuk oppa. Aish! Apa bedanya???

Rae onnie lalu menghampiriku dan langsung memelukku tiba-tiba *aduh! Abis kejedot pisang tu si rae peluk2 chaejin! wkwkkw* “aku merindukanmu chaejin~ah… apa kau sudah mengingatku?” tanyanya lirih. Aku tau dia pasti sedang menangis sekarang.

Aku membalas pelukannya, “bagaimana mungkin aku melupakanmu onnie?” ucapku menahan tangis. “sejak bertemu denganmu di kampus, aku tau itu pasti kau, onnie ku yang selalu usil padaku.. hehehe” mendengar ucapanku, rae onn lalu mendelik padaku tajam. Aku hanya tersenyum polos sambil menunjukkan tanda V padanya. “lalu, kenapa onnie bersikap sombong padaku selama ini? Aku benar-benar takut kau marah padaku.” Rajukku begitu mengingat hubungan kami yang tidak pernah baik di kampus. Tidak peduli bagaimanapun aku berusaha mendekatinya, onnie gilaku ini pasti saja menanggapiku dengan respon yang menyebalkan.

Rae onnie adalah salah satu yang dekat denganku di panti asuhan. aku sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri. dia adalah yeojachingu Hyukjae oppa. nah, hyuk oppa ini adalah sunbae dekatnya kyu di sekolah. dia ini tetangga dekat dari keluarga Cho. setiap ada waktu luang hyuk oppa pasti akan selalu datang ke panti asuhan untuk bermain bersama kami. -aku, kyu, rae onnie dan hwangri- kami berlima sudah seperti saudara dekat. karena kami saling bergantung satu sama lain. aku sudah menyadari rae onnie dan hyuk oppa di kampus dari sejak pertama aku memulai perkuliahan. tapi karena couple gila ini terlihat terlalu berkarisma di kampus *EHEM* ditambah sikap mereka yang selalu acuh setiap berpapasan denganku, membuat aku mengira kalau mereka sangat membenciku karena sikapku yang kabur tiba-tiba dari panti asuhan 10 tahun yang lalu. makanya, aku hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh. Ah~ syukurlah sekarang sudah kembali seperti semula. ^^

“kalian mau sampai kapan berpelukan seperti itu?” omel kyuhyun dan hyuk oppa berbarengan.

aish! mereka ini… tidak mau ada kecemburuan sosial (?) akhirnya aku dan rae onnie melepaskan pelukan kami. “chaejin~ah, berjanjilah kau tidak akan pernah kabur lagi dari kami. aku memang tidak ada ikatan darah denganmu, tapi bukankah kita masih ada ikatan kegilaan? itu kan yang membuat kita menjadi adik kakak?” ucap rae onnie dengan santai. “jadi, jangan pernah merasa sendiri lagi. buatlah kami ini berguna untukmu. lain kali apapun beban yang kau rasakan, kau harus membaginya denganku dan yang lain, arasseo?” lanjutnya dengan menunjukkan jari kelingkingnya. aku pun mengikat jari kelingkingnya dengan kelingkingku, tanda perjanjian kami.

“hari ini benar-benar hari keramat!! aku sangaaaat senang~! kalau saja aku tidak melemparkan buku diary onnie ke atas pohon, kejadian ini pasti tidak akan pernah terjadi.” ucap hwangri tiba-tiba.

“MWO?” teriakku dan kyuhyun berbarengan –lagi-

“wah.. kalian benar-benar jodoh!” ucap rae onnie sambil bertepuk tangan bangga (=.=)

“jadi chaejin~ah, selama kau kabur itu, sebenarnya kami tetap menjalin komunikasi dengan adikmu yang pintar ini.” Jelas hyuk oppa sambil menepuk pungggung hwangri dengan tersenyum bangga.

“itulah kenapa kyuhyun gila selama 10 tahun terakhir! Dia hanya bisa memperhatikanmu dari jauh tanpa mau mendekatimu.” Sambung rae onnie

“ego oppa yang satu ini benar-benar tinggi.” Decak hwangri sok dewasa.

Tunggu dulu!! Sepertinya aku sulit sekali mencerna ucapan mereka bertiga! Jangan bilang kalau selama ini mereka mengerjaiku????

“Lee hwangri! Jadi pelemparan buku ke pohon itu bukan karena perkataanku pada heechul?” tanyaku berusaha untuk tidak emosi.

Hwangri mengangguk cepat, sambil tersenyum evil. “itu sudah terencana sebelumnya onnieku sayang~ masalah heecul oppa hanya alasan buatanku saja… hahahah” ujranya sambil tersenyum penuh kemenangan, sedetik kemudian dia langsung berlari dengan cepat, “kabuuuuuuuuuurrrrr”

Aigo! awas kauuuuu Lee hwangri….

“jadi itu alasan kenapa kalian berdua menyuruhku ke taman kemarin?” Tanya kyuhyun penuh selidik pada monkey couple di hadapan kami.

Mereka berdua mengangguk sambil tersenyum bahagia , “hal ini tidak akan pernah terjadi tanpa ide cemerlang dari kami!” jawab rae eonn penuh kebanggaan.

“jadi berterimakasihlah kyuhyun~ah” sambung hyuk oppa.

Dan mengikuti jejak hwangri, mereka langsung berbalik badan dan lari dengan cepat begitu melihat tatapan marah dari kyuhyun. “kabuuuuuuuuuuuurrrrrr!!!!”

Ckckckkc dasar!! Kenapa hidupku begitu menyedihkan?? Dikelilingi oleh orang-orang yang gila akut! =.=”

Aku langsung menahan tangan kyuhyun, begitu kulihat dia akan kabur juga. “jelaskan padaku kyuhyun~ah.” Ucapku penuh selidik padanya.

“apa?” Tanyanya polos

“kenapa kau melakukan ini?”

“kenapa? Tentu saja untuk mengikatmu! Jadi chaejin-ssi jangan pernah berpikiran lagi untuk lari dariku! Arasseo?”

“apakah aku bisa lepas dari jerat setanmu cho kyuhyun-ssi? Bukankah dulu kau sendiri yang bilang kalau melody dan harmony tidak pernah bisa terpisahkan?”

“benar! Kau harmony dalam melody yang menyusahkan.” Sungutnya kesal

Hahahha aku paling senang melihatnya cemberut seperti itu.!!

Untuk sekarang, dan hari-hari kedepan. Kurasa tidak akan pernah lagi ada pikiran kabur dalam otakku. Karena disinilah hidupku seharusnya. Sebuah harmony yang harus selalu berdampingan dengan melody agar menghasilkan lagu yang indah~ dan cinta kamilah lagu terindah yang harus tercipta dari perpaduan melody dan harmony….😄

~ THE END ~

 

I love it! love it! love it! :3



12 comments on “Melody and Harmony in L ♥ VE [KyuJin]

  1. Annyeong
    new reader here
    devi imnida😀

    Wahh aku suka nih ma critanya
    karena di sini Kyuhyun suka main biola
    aku kan paling melting ma cwo yg bisa maen biola*loh malah curcol-____-*
    trus sbnrnya si kyu itu ngelanjutin mimpinya apa ngax?
    apa dia ttp fokus nyari Chaejin?

    share more
    gomawo ^^

    • halo devi~
      selamat dataaaang!! *tebar kembang*

      Aku juga suka ceritanyaaaaa~
      kalo aku paling suka kalau cowo udah main alat musik..
      apalagi gitar,drum sama piano *curcol juga* kkkk~

      entahlah~
      berhubung ini bukan aku yang bikin jadi gak tau hehehehe~ *gubrak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s