THE BOYS [part 9]

“Dia tidak bisa melawan, bodoh sekali! memalukan sekali ada namja seperti itu.. kau yakin dia tidak akan tahu?”

Aku menatap Seara yang bingung, sambil tetap mendengarkan percakapan mereka.

“Tentu, dia berani sekali mempermalukan pacarku di sekolahnya, dia memang tampan tapi sangat lemah kurasa.. kalau tidak ada ahjumma itu, aku bisa menyakitinya lebih daripada itu!!”

Aku tersenyum pada Seara yang masih dengan tampang polosnya terlihat sangat kebingungan melihat sikapku. Aku berdiri dan meminta Seara untuk menunggu sebentar. Okey, entah kenapa aku merasa namja yang mereka maksud itu adalah Kyuhyun. Apa benar? kalau aku salah bagaimana? akan sangat memalukan!! baiklah, malu bertanya sesat dijalan, benar kan?

Perlahan aku menghampiri 4 siswa itu, mereka memakai seragam sekolah X *sensor /plakk* , aissh~ tidak salah. Itu memang sekolah anak-anak berandalan. Cih!

“Annyeong.. kalian baru memukuli orang? hebat sekali.. siapaย  orang itu?”, tanyaku. Kalau dipikir-pikir bodoh sekali aku bertanya seperti itu. Aku mengeluarkan senyum innocent, dan sedikit aegyo, biasanya itu berhasil untuk mengelabui lawan hahaha.

“Mwo? siapa kau? kenapa bertanya seperti itu?”, tanya seorang dari mereka yang mukanya paling.. seram, tapi tidak tampan. Aissh~

“Kenalkan.. aku Lee Sungmin, aku hanya ingin tahu, kalian hebat sekali mengeroyok orang seperti itu.. siapa orang itu? siapa tahu dia juga musuhku.. karena aku tadi tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian..”

Astagaa~ ini adalah alasan paling konyol sedunia. Sungmin-ah, kenapa kau mendadak jadi bodoh seperti ini? tidak ada alasan yang lebih baik? Aku memang anak baik yang tidak pandai berbohong.. fufufu..

“Hahahaha bocah itu memang menyebalkan! Dia itu siswa SMA Kyunggi, namanya Kyu..Kyu siapa ya? tampangnya sombong sekali, apa dia juga musuhmu?”

Akhirnya aku tahu dua hal. Pertama, feelingku benar, orang yang mereka pukuli itu Kyuhyun. Kedua, mereka benar-benar bodoh! daebak! Bagaimana bisa mereka percaya dengan mudahnya seperti itu?

“Cho Kyuhyun?”, tanyaku pelan. Aiish~ rasanya aku ingin langsung meninju mereka. Tapi, aku melirik ke arah Seara. Aku tidak mau berkelahi di hadapan Seara, lagipula mereka berempat aku sendiri. Sebenarnya aku bisa saja menang, tapi kalau ternyata aku kalah di depan Seara? agak memalukan (–.–)

*gw: min peliss deh min –,–

min: bikin gue menang dengan keren oke? HAHAHA

gw: ogaaah! Kyu yang paling saya cinta aja dibikin kalah ==a

kyu: setuju!!!* #abaikan

“Ne.. kau benar sepertinya dia!”, jawab pria lain di sebelahnya.

“Oooh.. dia bukan musuhku, aku permisi.. maaf mengganggu, gomawo~”

Aku meninggalkan mereka dan menarik tangan Seara pergi dari tempat itu. Tertawalah sepuas kalian, aku akan membuat perhitungan pada kalian nanti! Sialan!

****

Donghae pov

 

Aku menatap EunRa yang sedang makan jajangmyeon dengan lahap. Okey, ini sudah mangkok kedua. Ternyata dia tidak bercanda soal makannya yang banyak hahahaha.. tapi, rekor Chaejin makan 5 porsi jajangmyeon belum ada yang mengalahkan. Disaat seperti ini perlukah kau mengingatnya Lee Donghae?

“Oppa, kau tidak makan? jangan menatapku makan.. ayo kau juga makan punyamu!”

“Hahaha ne, kau masih lapar? kau bisa pesan lagi kalau kau mau!”, tawarku.

“Aku ini, bukan orang yang tidak tahu diri oppa, aku sudah kenyang kok.. hehehehe gomawo~”

Aku tersenyum menatapnya lalu mengacak-acak rambutnya. Dia mirip Chaejin, aaaaaargh! aku berharap waktu berjalan dengan cepat. Tapi apa ada yang bisa menjamin saat perjanjian bodoh itu selesai Chaejin masih akan tidak menyukai Heechul? Lee Donghae, sadarlah! kesempatan untukmu sangat kecil, dan dia itu adalah sahabatmu.

“Oppa, kau sedang ada masalah?”

Aissh~ kata-katanya membuatku kaget. Aku menatapnya, masalah? bisakah hal ini disebut masalah?

“Anio.. hahaha”

“Kalau begitu, kau sedang jatuh cinta?”

Jleb! astagaaa~ kata-katanya tepat sasaran.. gara-gara Lee Chaejin bodoh itu!

“Huahahahahaha.. bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu?”

“Selera makan buruk, biasanya kalau ada masalah pasti sedang jatuh cinta, aku benar?”, tanyanya sambil menggigit sumpit.

“Kau ini sok tahu sekali.. kalau ternyata aku tidak nafsu makan karena sakit bagaimana?”

“Oppa! kau sakit??”

EunRa, dia memegang dahiku panik. Astagaaa~ dia ini polos sekali? bagaimana bisa dia bereaksi sepanik itu? dasar gadis aneh. Kalau aku sakit, bagaimana mungkin aku mengajaknya makan disini? Lagipula bisa dilihat dari auraku yang sangat bersinar. Aku tidak sedang sakit!

“Uwooooow Donghae-ya, kau sedang kencan?”

Aku melirik ke arah sumber suara. Sungmin dan Seara menghampiriku. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu padaku, sementara yang jelas-jelas sedang kencan itu adalah mereka berdua.

“Yak! jangan bergosip aneh-aneh.. yang sedang berkencan itu kau!”

“Aku dan Seara memang habis kencan.. HAHAHA”, Sungmin merangkul bahu Seara dan gadis itu nampak terkejut. Mukanya merah hahaha lucu sekali.

“Kalian sudah berpacaran?”, tanyaku.

“Kau tidak mengenalkan gadis yang sedang bersamamu?”

Cih! mengalihkan pembicaraan. Tanpa diundang, sekarang mereka berdua sudah begabung di mejaku. Aissh~ dasar..

“Sungmin, Seara, dia ini adalah Lee EunRa. Eunra, ini Sungmin sahabatku.. dan ini calon pacarnya kurasa, Seara hahahaha”

Sungmin tersenyum manis pada Eunra, dasar sok manis! Sungmin kini menatapku serius. Kenapa ekspresinya tiba-tiba serius? Aku jadi takut kalau dia sudah berekspresi seperti itu.

“Donghae-ya.. aku sudah tahu siapa yang memukuli uri Kyuhyun! Apa tindakan kita selanjutnya?”

“Mwo?? jeongmal?”

“Ne.. ayo kita telepon Eunhyuk, ayo kita beraksi besoook!!”

****

Chaejin pov

 

Aku menatap Heechul yang sedang konsentrasi menyetir. Cih! hari ini aku benar-benar sial, tadi aku baru tahu adiknya dan bocah menyebalkan ini mengenalkanku pada 3 anaknya. Aku benciiiiiii!! Kalian tahu?? hal di dunia ini yang aku takuti adalah KUCING!! ya, kucing!!

Kalian tahu? aku bisa lari sejauh 10 meter saat ada satu kucing menghampiriku dan ini ada TIGA!! Apa yang dipikirkan bocah ini hah? Dia bersikap seolah-olah seperti tahu apapun tentangku, tapi apakah dia tidak tahu aku takut kucing?? Dia seperti orang bodoh, berkata pada kucing-kucing itu kalau aku adalah ibu baru mereka. Andwaeeee~ berpikiran punya adik kucing saja aku tidak pernah apalagi menjadikan mereka anak-anakku??

“Kenapa menatapku dengan penuh kebencian dan tatapan berapi-api seperti itu? membuatku kepanasan! kalau mobil ini kebakaran bagaimana?”, ucapnya.

“Cih! Kau tahu aku tidak suka kucing kan? dasar bodoh!”

“Tentu saja, karena itu, aku akan membuatmu menyukai ku-cing.. hahahaha~”

“Aku tidak akan pernah suka kucing!”

Aku melirik ke arahnya sebentar, entah kenapa ekspresi wajahnya berubah. Sudahlah, aku tidak peduli.. sejak kapan seorang Lee Chaejin mempedulikan seorang Kim Heechul yang sangat menyebalkan? tidak pernah (–.–)

****

Astagaaaa rasanya aku ingin menelan buku tebal ini bulat-bulat. Aku paling benci pelajaran sejarah, demi apapun. Tidak bisakah mereka menerangkan dengan cara yang lebih mengasyikan hah? aigo aigo.. Perang korea bla bla bla, Perang dunia kedua bla bla bla.. aissh~ memusingkan!!

teeeeet..teeeeet..teeeet..

Uwooow, belum pernah aku sebahagia ini mendengar bel pulang hahahaha. Dengan cepat aku merapikan buku-bukuku, aku tidak mau Heechul tiba-tiba nongol didepan kelasku dan berkata ‘ayo cepat pulang.. kau ini lambat sekali!’ atau ‘ayo ikut aku!’ aissh~ menyebalkan sekali dia.

Aku menghampiri Kyuhyun yang sedang berdiri di depan mading. Bagus, ada bebarapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya, soal kata-kata Yoonhae kemarin. Aku berdiri disamping Kyuhyun yang masih asik membaca mading. Aku melihat apa yang sedang dilihatnya. Uwoooow, Han Rae Eun, murid pindahan paling manis? Kyuhyun membaca itu? demi apa??

“Mau bertanya apa?”, tanyanya.

“Aku? anio!”, mendadak jadi malas (–.–)

“Jangan bohong, bodoh! tertulis jelas di dahimu..”, Kyuhyun masih terus menatap mading.

“Okey, soal kau dipukuli oleh orang.. apa ada hubungannya denganku?”, Aku menatapnya ragu. Kalau hal itu benar, aku benar-benar merasa bersalah. Lihat saja, orang-orang bodoh itu akan aku beri pelajaran mereka satu-satu. Akan kucabik-cabik mereka dengan tanganku dan kukeluarkan jantung mereka HAHAHA. Okey, itu menyeramkan dan agak berlebihan. Aku ini gadis biasa yang tidak akan mungkin melakukan hal itu.

“Hahaha kau ini percaya diri sekali, ini tidak ada hubungannya denganmu!”

“Kau yakin mereka hanya preman tukang mabuk dan tukang palak?”

“Ne.. kau tidak usah mengkhawatirkan aku sampai seperti itu hahahaha.. omo! aku terharu..”

“Cih! Kau lihat saja nanti, kalau aku tahu siapa yang menghajarmu, aku janji akan memukulinya untukmu!!”

“Bodoh! Kau mau membuatku semakin merasa bersalah karena membuatmu terluka karenaku? berkelahi dengan preman hah? Memangnya kau ini siapa? Mike tyson? Jet Li? Aku akan melindungimu Lee Chaejin.. bukan hanya aku, Donghae, Eunhyuk dan Sungmin juga akan melindungimu, mana mungkin aku membiarkanmu memukuli preman itu? lagipula kau ini tidak jago berkelahi.. aissh~”

Aku menatap Kyuhyun. Uwoooow kesambet apa dia berbicara seperti itu? apa ada yang salah dengan otaknya? ini pasti efek samping gara-gara dipukuli aku rasa. Kata-katanya amazing!!

“Yak! kenapa menatapku seperti itu? hahahaha kata-kataku keren? babo..”

Kyuhyun tersenyum, lagi-lagi jantungku berdebar ditatapnya seperti itu. Baiklah, sejujurnya jawaban Kyuhyun belum membuatku puas. Cepat atau lambat, aku pasti akan tahu.

****

Aku duduk bersandar di sofa sambil menonton TV. Rasanya sudah berabad-abad aku tidak nonton TV, dan tidak ada acara yang menarik. ddrt..ddddrt.. Aku melirik ponselku, ada pesan dari Heechul. Ada apa lagi sekarang??

from: miss korea –.–

aku akan ke rumahmu, kau sudah makan?

aku akan datang membawakan pizza~

to: miss korea –.–

Kau tidak perlu datang dan tidak perlu bawa apa-apa! arasseo??

from: miss korea –.–

ayolaaah~ kau pasti akan suka karena ini enak X3

to: miss korea –.–

Kau ini biang rusuh, tidak usah!

ting tong.. ting tong..

Siapa malam-malam begini? jangan-jangan si bodoh Kim heechul? aissh~ kapan hidupku bisa tenang tanpa gangguan mahkluk itu? Aku membuka pintu, 3 orang penampakan berdiri dihadapanku. Uwooooow sudah lama mereka tidak mampir ke rumahku. Sungmin memelukku gemas. Tulangkuuuu..

“Chaejiiiiin-ah~~”, dengan cepat aku menjitak kepalanya.

“Kau mau ikut?”, tanya Donghae.

“Kau mau lihat atraksi kami?”, tanya Eunhyuk.

“Atraksi topeng monyet? ikan nemo dan ikan teri lompat-lompat di darat? aissh~ sireo! Kalian ini tidak ada kerjaan!”

Aku hendak masuk ke dalam, tapi tangan Donghae menahanku. Ekspresinya berubah menjadi serius yang dibuat-buat.

“Kami sudah tahu siapa yang memukuli Kyuhyun, kau mau melewatkan aksi kami?”, tanyanya.

“Mworago? kalian serius??”

“Keureom.. kau mau ikut tidak? melihat pria-pria tampan dan keren beraksi HA HA HA”, jawab Eunhyuk sambil memamerkan gayanya yang super duper norak. Dia memamerkan otot-otot lengannya yang memang sudah terbentuk, tapi itu noraaaaaaak!

“Kalian yakin? kalau Sungmin aku tidak terlalu takut, memangnya kalian bisa?”, aku melirik Donghae dan Eunhyuk bergantian. Okey, dua jitakan mendarat di kepalaku. Eunhyuk sekali lagi memamerkan otot lengannya padaku, menyebalkan. Itu kan tidak menjamin. Bodooh!!

“Kkaja! besok kita beri Kyuhyun kejutan..”

****

Demi apapun aku benar-benar tegang setengah mati! Jalanan ini sepi sekali. Eunhyuk daritadi terus-terusan cengengesan seperti orang bodoh. Donghae dan Sungmin memantau keadaan di jalanan depan. Kami sekarang masih ada didalam mobil Sungmin, menunggu orang-orang yang entahlah.. aku juga tidak tahu.

Aku tidak bisa membayangkan mereka berkelahi dengan preman-preman berbadan besar, tukang palak, dan tukang mabuk. Aigoooo~ kenapa tidak lapor polisi saja hah?

“Yak! kenapa kalian tidak lapor polisi saja.. aku takut kalian.. aissh~ aku tidak bisa membayangkan kalian terluka!”

“Chaejin-aah kau mengkhawatirkanku?”, Eunhyuk yang memang duduk di kursi belakang denganku langsung memeluk dan mencium pipiku.

“LEE HYUKJAE!!”, Aaaaah dasar yadong! Aku mendorong tubuhnya keras lalu menjitak kepalanya keras. Sungmin dan Donghae juga memberikan si monyet itu hadiah jitakan. Aku mengelap pipiku, dasar baboooo~

“Kau akan kaget jika tahu siapa yang memukuli Kyuhyun..”

“Wae?”

Sungmin menunjuk ke arah segerombolan siswa yang sedang berjalan sambil merokok. Mereka yang memukuli Kyuhyun?anak berandalan itu? jadi bukan preman dengan badan besar tukang palak? demi apaa??

“Okey, sekarang waktunya.. kalian siap? kau, tetap dimobil dan perhatikan, ingat! jangan macam-macam..”, Donghae melirikku.

Aku mengangguk paham. Uwoooooow ini seperti di drama-drama..

****

Kyuhyun pov

 

Aku menatap wajahku yang masih agak memar-memar. Untunglah.. wajahku masih terlihat cukup tampan. Hahahaha luka ini memang tidak seberapa sebenarnya. Aku melirik ke arah laptopku, terdapat foto beberapa gadis yang sedang berpenampilan aneh di pinggir jalan. Ini adalah akibat jika berani mengganggu sahab.. aissh~ entah kenapa akhir-akhir ini agak sulit jika menyebut Chaejin adalah sahabatku.

Sebenarnya, dengan sangat jelas aku tahu siapa yang memukuliku. Dia itu adalah pacar Jung Soomi, teman sekelasku yang waktu itu menyerang Chaejin. Soomi sendiri sepertinya merasa bersalah padaku kalau di kelas karena pacarnya yang sok preman itu memukuliku. Tapi kalau aku ceritakan si bodoh Chaejin, dia pasti merasa bersalah.

Aku menekan angka 1 untuk menghubungi ponsel Chaejin. Aissh~ lama sekali sih di angkatnya, babo! ige mwoyaa?? kenapa dia mematikan panggilanku hah? awas kau Lee Chaejin!!

Aku kembali menghubunginya, dan sekarang apa? ponselnya tidak aktif. Cih! aku melempar ponselku ke kasur lalu merebahkan tubuhku. Kira-kira apa dia sadar waktu itu aku men.. tapi sepertinya tidak! Dia kalau tidur kan seperti orang mati, lagipula sikapnya padaku biasa-biasa saja. Bodohnya.. aku jadi ingat, kenapa aku mendadak kesal waktu melihat Heechul memeluk Chaejin?

****

Chaejin pov

Aku di mobil saat Eunhyuk, Donghae dan Sungmin menghampiri mereka. Okey, 3 orang lawan 4 orang.. apa mereka bisa? Aku ingin menceritakan pada kalian tapi aku bingung, kita sebut saja mereka pria jelek satu, dua, tiga, empat.

Pria jelek satu merangkul tubuh Sungmin, mereka kenal? mereka tertawa sebentar lalu Sungmin meninju pipi pria itu sampai jatuh tersungkur. Uwooow pria itu bangkit lalu hendak memukul Sungmin tapi ditahan oleh Eunhyuk. Eunhyuk memukul pria jelek satu, pria jelek itu menghindar lalu meninju pipi Eunhyuk.

Pria jelek dua tanpa aba-aba memukul perut Donghae. Donghae, balas memukul si pria jelek dua dan dengan cepat tubuh pria itu tersungkur di tanah. Belum puas, Donghae duduk diatas tubuh pria itu dan memukul wajah pria itu.

Ponselku berbunyi, aissh~ Kyuhyun. Ini sedang seru, mengganggu saja! Aku mematikan panggilannya lalu mematikan ponselku. Ini adalah detik-detik yang sangat penting, mianhae Kyu.. Hohoho ini kan untukmu juga!

Woow!! Sungmin berkelahi dengan dua orang sekaligus. Aku kagum melihat pembawaannya yang tenang tapi dia sangat gesit sekali menghajar kedua pria jelek itu. Sungmin melayangkan pukulannya ke pria jelek ketiga dan dengan gesit langsung menendang tubuh pria jelek keempat. Demi apa?? dalam waktu 15 menit mereka sudah melumpuhkan keempatnya?? DAEBAK!!

Aku keluar mobil lalu menghampiri mereka dengan pandangan takjub.

“Yak!! gwaenchana?”

Donghae, Sungmin dan Eunhyuk langsung berpose untuk menunjukan bahwa mereka tidak apa-apa. Tapi aku bisa melihat ada sedikit memar di pipi mereka. Untung mereka tidak apa-apa terima kasih Ya Tuhan..

Aku melirik empat pria yang terkapar, rasakan! Aku menghampiri mereka satu persatu.

“Yak! Kau mau apa Lee Chaejin?”

Aku menghampiri pria yang terlihat lemas itu lalu meninju dan menendang mereka lagi satu persatu. Hahahaha itu akibatnya kalau kau berani menyakiti sahab.. aissh~ kenapa sekarang agak sulit menyebut Kyuhyun itu sahabatku? Okey.. lihat kan Kyu.. aku juga sudah menyumbang tinjuku untuk menghajar mereka.

“Minnie~ aku mempraktekan tinju maut darimu! bagaimana? apa itu bagus?”, tanyaku.

Sungmin tidak menjawabku tapi malah menarikku agak menjauh dari pria-pria jelek itu, sepertinya dia takut mereka sadar lalu malah berbalik menyerangku. Eunhyuk menarik tubuh mereka satu persatu agar mendekat, sedangkan Donghae mengambil kamera di mobil Sungmin lalu kembali dengan senyum innocent-nya.

“Satu..dua..tiga.. kimchiiiiiii~!”

****

“Kalian yang melakukannya??”, tanya Kyuhyun tidak percaya. Dia menatap foto empat orang dengan wajah babak belur takjub.

“Keureom.. kau tahu? aku juga menyumbang satu tinju pada mereka!”

“Ne~ saat mereka sudah terkapar!”, jawab Eunhyuk enteng. Aissh~ dasar monyet! Aku mencubit tangannya.

Kyuhyun tersenyum menatapku. Huaaaaa~ aku tidak tahan kalau terus-terusan begini! Kenapa jantungku selalu tidak bisa diajak kompromi hah??

“Kyunnie~~ seharusnya aku mengajarimu tinju maut juga seperti Chaejin.. bagaimana bisa kau klaha? makanya sering-seringlah bermain game gulat!”, Sungmin memeluk Kyuhyun. Mana sosoknya kemarin yang sangat keren habis menghajar orang hah? dasar..

“Kenapa kau tidak jujur soal yang memukulimu hah?”, tanya Donghae.

“Kalau aku jujur akan ada orang yang merasa bersalah dan aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri kalau dia sampai terluka karena aku!”, Kyuhyun tersenyum. Dia bisa berkata seperti itu? kenapa rasanya dadaku sakit ya?

“Lee Chaejin!!”

Aku menoleh ke arah seorang gadis yang datang menghampiriku. Kim Yoonhae? mau apa dia datang ke kelasku hah? Kenapa ekspresi mukanya seperti itu?

plakk! Satu tamparan mendarat mulus di pipiku. Eunhyuk memegangi tangan Yoonhae, dan Donghae menatap garang ke arahnya, sedangkan Sungmin dan Kyuhyun menghampiriku. Aku ingin membalas tamparannya tapi dia menangis, membuatku diam seperti orang bodoh.

“Kau lihat kan?? gara-gara kau.. oppa-ku.. INI SEMUA GARA-GARA KAU!!..”

TBC

10 comments on “THE BOYS [part 9]

  1. howaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!! heechul kenapa ??
    ish .. aku seneng banget baca the boys . udah brapa lama ya aku ngg baca kelanjutan crita 5 sahabat ini ?? terakhir aku baca part 8 , tapi bkan di blog ini . hehehehheheheheheh

    ayo dong !!! part 10-nya .. aku pengen ada banyak kata uwoooooooooooowwwwwwwwww !!! hahahahahahahahahaha
    kyu ama chaejin-nya kompakan ya ? sering mengatakan sesuatu yang belum beres sempurna .. hahahahahahahahaha bagus deh !!!
    pokonya aku nantikan part 10 .. haha

    • kekekeke~ pasti di wff ^^
      kalau di wff sebenernya udah sampe part 12..
      saya jarang update ff di blog ini sih hehehehe
      tapi gomawo udah bacaaa..
      ntar aku post yang 10-12 disini deh ^^

  2. nyahahahaha..
    akhirnya dendam kyu terbalaskan…
    aaaaa..sungmin kok kereeenn…
    ngebayangin mereka kelahi gt..hyaaa..*mimisan
    chullie kenapaaaa,,,???

  3. Yoonhae ada apa si dg heechul ?? Knpa km nangis.
    Aduh aduh maen tampar tampar anak orang aja. Untung tu evil yg melekat pd diri chaejin lg tamasya *plakk
    hahahaha….
    Hadduhh smkin pnasaran nih, kpn kyu ama chaejin sling mngetahui prasaan’a. Aaahhh ga sabar baca part slnjt’a๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s