THE BOYS [part 11]

Chaejin pov

Kamarnya bernuansa hijau, dan sangat nyaman! Bagaimana bisa kamarnya lebih rapi dari kamarku yang seperti habis terkena tsunami hah? Aku membuka lemari Heechul lalu mengambil satu kaos dari dalam sana dan memakainya.

Dia kurus, tapi tetap saja bajunya sangat besar jika dipakai olehku. Aku melinting *halah* lengan baju yang kupakai sambil mendekati meja kecil di sebelah tempat tidurnya. Astagaa.. ini fotonya? manis sekali! Siapa yang mengira bocah semanis ini sifatnya sejelek ini sekarang. Cih! Tunggu, anak kecil di sebelahnya juga sangat manis, apa ini Yoonhae? tapi kenapa mukanya familiar sekali ya? Mmm..

IGE MWOYA??? ini kan aku! AKU? di foto ini? bersama Kim Heechul?? bagaimana bisa?

Aku keluar kamar, aku harus menemui Heechul dan meminta penjelasan akan foto ini. Tepat saat aku membuka pintu, Heechul sudah berdiri dihadapanku. Omo! Apa tadi dia mengintip?

“Yak! kenapa kau berdiri disni? kau mengintipku hah?”

“Percaya diri sekali.. aku..mm, kau lama sekali.. aku tadi mau bertanya kau mau makan apa?”

“Makan? aku tidak lapar, yak! siapa kau ini sebenarnya hah? kenapa bisa ada fotoku dan fotomu saat masih kecil?”, Aku menunjukan foto berfigura coklat tepat dihadapan wajahnya. Aissh~

Heechul tersenyum mengejekkku. dasar pria menyebalkaaaan!!

“Karena kau adalah cinta pertamaku Lee Chaejin, dan kau adalah teman sekaligus pacar pertamaku! kau sangat pikun.. mendekati amnesia dan bodoh!! Apakah ini konyol?”, tanyanya. Ia mendekatiku, otomatis aku mundur, astaga! di belakang kamar Heechul, posisiku tidak bagus.

“Oke, mm.. kita bicarakan di ruang tamu!”

Author pov

[flashback]

Seorang anak laki-laki tersenyum sambil menatap seorang anak perempuan yang sedang asik bermain pasir sendirian. Ia mengambil nafas panjang lalu mengepalkan kedua tangannya. ‘Ayo Kim Heechul, kau itu namja!’ itu yang terus-terusan dia pikirkan. Sekali lagi ia mengambil nafas panjang lalu menghampiri gadis kecil berambut sebahu dengan pita berantakan.

“Annyeong, siapa namamu?”, tanya Heechul sambil berjongkok menatap wajah gadis kecil itu. Heechul merasa jantungnya berdebar-debar saat menatap gadis kecil itu dari dekat.

“Annyeong, Lee Chaejin imnida, siapa kau?”, tanya Chaejin, agak ketus.

“Kau harus sopan padaku! Aku ini sunbae-mu!”

Chaejin melirik Heechul lalu tersenyum, “Jinja? haruskah aku memanggilmu sunbaenim? atau eonni?”

“Mwo? aku ini namja! panggil aku Heenim oppa!”

Sekali lagi, Chaejin melirik Heechul tapi dengan ekspresi datar, “Aku tidak mau!”, Chaejin berdiri lalu meninggalkan Heechul yang kini terbengong-bengong.

***

Chaejin menatap miris sandwich tuna kesukaannya yang terjatuh sambil berjongkok. Ini adalah jam makan siang dan dia harus menerima nasib, bekalnya terjatuh karena tertabrak anak laki-laki yang sedang berlarian dan itu sangat menyebalkan!

“Makan ini saja!”

Chaejin menatap namja yang tengah menjulurkan sepotong roti keju dihadapannya sambil tersenyum. Namja cantik itu lagi, pikir Chaejin.

“Kau lapar kan?”, tebak Heechul sambil memamerkan senyum tiga  jarinya.

“Gwaenchana?”, tanya Chaejin ragu-ragu, dan dijawab dengan anggukan semangat dan senyuman dari Heechul.

Akhirnya Chaejin memakan roti yang diberikan Heechul, sementara bocah itu hanya sibuk memperhatikan Chaejin makan.

“Kau suka cerita dongeng? tentang pangeran dan putri yang hidup bahagia!”, gumam Heechul pelan, karena ia merasa jantungnya hampir keluar.

“Seperti Cinderella? aku hanya tahu cerita itu”

“Ne, aku pangeran dan kau cinderella! Bagaimana? bagus kan?”, tanya Heechul malu-malu.

“Sireo! kau yang lebih cocok jadi cinderella-nya Heechul-ah!”, jawab Chaejin datar.

JDEER! sebuah petir melintas tepat di atas kepala Kim Heechul yang masih bocah. Dia berarti dianggap yeoja oleh orang yang disukainya?

***

Heechul menghampiri Chaejin yang sedang bermain ayunan, dengan semangat ia memberikan sebatang permen loli pada Chaejin.

“kau mau jadi pacarku?”, tanya Heechul polos

“pacar? apa itu?”, tanya Chaejin tak kalah polos

“Aku juga tidak tahu, tapi orang dewasa bilang pacar itu artinya suka! Kau suka permen dariku?”

“Ne, berarti aku pacarmu?”, tanya Chaejin lagi. Heechul menatap Chaejin sambil menyunggingkan senyum terbaiknya.

“Oke!”, jawab Chaejin akhirnya sambil memakan permen loli yang tadi diberikan Heechul padanya.

“Chaejin-ah, ayo kita main bola disana!”, seorang anak laki-laki menarik tangan Chaejin tanpa mempedulikan tatapan sangar seorang Kim Heechul.

“Siapa saja Donghae-ya?”

“Aku, Kyuhyun, Eunhyuk! Kaja! Eh, ini temanmu? yeoja yang manis!”, kata Donghae sambil melirik Heechul.

“Yak! Aku ini namja!!”, bentak Heechul.

“Kaja Donghae-ya! Heechul-ah, kita main pacar-pacarannya nanti saja ya!”

JDERR! satu petir menyambar Heechul lagi, ia hanya bisa menatap Chaejin yang pergi bersama Donghae.

[flashback end]

*chul: miris amat gue? | gw: namanya juga ff chul ==’ | hae: waktu kecil saya imut! | gw,chul: tutup mulutmu hae!* #abaikan

Chaejin pov

Aku hanya bisa menatap Heechul cengo. Entah ekspresi apa yang harus aku keluarkan. Okey, sejujurnya aku masih agak tidak percaya, maksudku bahkan aku sudah lupa kejadian itu dan dia masih mengingatnya? AMAZING! lagipula itu konyol sekali, seorang anak TK sudah main suka-suka seperti itu? (==’)

“Kenapa menatapku seperti itu hah?”, bentaknya

“Aku benar-benar bingung harus berkomentar apa..”

“Akuilah bahwa kau itu mengidap pikun akut mendekati amnesia!!”, ucapnya datar. Sialaaaaan!!

“Mwo?? sangat wajar jika aku tidak mengingatnya.. itu sudah lama sekali kau tahu?”

Heechul menatapku garang. Kenapa dia menatapku seperti itu? Tapi entah kenapa matanya berkata lain, benarkah? sejak kapan seorang Lee Chaejin bisa membaca mata seseorang. Tapi ekspresi Heechul agak seram, eotteohke?? Aku beranjak dari dudukku, tapi Heechul berdiri lalu menarik tanganku dan memelukku.

“Lee Chaejin.. saranghae!”, dia memelukku dengan erat. Eotteohke? Apa yang harus aku katakan padanya?

“Sejak dulu.. kau tahu? Aku meyukaimu sejak dulu! Bisakah kau bersamaku?”, ucapnya lagi.

****

 Eunhyuk pov

Kepalaku sangat penuh karena kejadian tempo hari. Gadis cerewet itu mencium pipiku? sial! Kenapa kalau ingat kejadian tadi aku mukaku mendadak panas ya? Berani sekali dia menodai pipi seorang Lee Hyukjae! Aku duduk di kamar sambil mengelus choco, dia adalah anjing kesayanganku. Lucu kan?

Balik lagi ke permasalahan tadi, sejak kapan seorang Han Rae Eun mengusik pikiranku hah? dan kalian tahu? bahkan kemarin-kemarin bahkan dia menghantuiku di mimpi. Astagaa~ apa aku su.. huahahahahaha konyol sekali! (–.–)

“Kalau monyet sepertimu melamun, dunia bisa gonjang-ganjing!”, aku melirik ke arah pintu kamar.

“Diam kau bocah setan! tumben sekali ikan dan setan datang ke rumahku?”

Donghae, terutama Kyuhyun jarang datang ke rumahku. Intinya, rumahku jarang dijadikan basecamp untuk kumpul-kumpul.

“Mana Chaejin dan Sungmin?”

Donghae tiduran di kasurku lalu memejamkan matanya sedangkan Kyuhyun mulai menyalakan komputerku.

“Chaejin.. entahlah, kalau Sungmin dia sedang punya misi malam ini hahaha”, ucap Donghae santai. Aku tahu, sebenarnya dia pasti sedang khawatir Chaejin tidak ada kabar. Kyuhyun? bocah itu juga suka Chaejin kan? aissh~ entah apa yang ada dipikirannya saat ini, yang aku perhatikan dia itu selalu bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Lucu sekali mereka, apa jadinya kalau aku juga suka pada Chaejin? (==’)

“Kau punya games baru tidak bilang padaku? kau benar-benar pelit Hyuk”, ucap Kyuhyun.

“Bagaimana kau tahu kalau kau jarang datang kemari.. bodoh!”

“Aku ini pria sibuk, tidak seperti kau!”, dia mulai anteng dengan games di komputer,”Lee Hyukjae.. bagaimana perasaanmu pada Han RaeEun?”

“Mwo?? kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Ani, hanya saja.. kalau kau tidak katakan perasaanmu secepatnya, aku yang akan menyatakan perasaanku padanya! Bagaimana?”

“Yak! dasar bocah setan!! Apa maksudmu hah? dia itu tunanganku!!”

Kyuhyun berbalik menatapku lalu tersenyum setan, apa maksudnya hah? (==’)

****

Sungmin pov

Kalian tahu? aku benar-benar sangat gugup saat ini. Tarik napas.. hembuskan.. baiklah Lee Sungmin kau itu laki-laki, kau pasti bisa. Ini pertama kalinya aku menyatakan perasaan kepada seorang gadis. Banyak gadis yang menyatakan perasaannya padaku, dan sekarang aku yang akan menyatakan perasaan. Jadi begini ya rasanya? atau aku yang berlebihan? astagaa~

Aku mengambil bingkisan kecil di jok belakang, lalu mengeluarkan isinya. Coklat. Aku harap Seara suka. Park Seara, gadis itu adalah gadis yang membuatku gugup saat ini, kenapa aku bisa menyukai dia? entahlah.. jawabannya adalah, karena dia selalu membuatku merasa nyaman dan dia lebih manis dariku? hahaha itu opiniku.

Seara membuka pintu mobil, “Sungmin-ah, maaf membuatmu menunggu lama!”

“Gwaenchana, mau kemana lagi kita?”

“Tidak kemana-mana, aku sudah selesai.. kita pulang saja!”

Aku mengangguk sambil memamerkan senyum tiga jariku lalu konsentrasi menyetir. Pikirkan kata-kata apa yang akan kau ucapkan nanti Lee Sungmin, jangan sampai kau mempermalukan dirimu. Kalau aku ditolak bagaimana? Harga diriku ditaruh dimana?

Aku memarkirkan mobil didepan rumah Seara. Sudah sampai? tidak terasa.. bagaimana ini? apa yang harus aku katakan? Eh, Seara keluar mobil dan dengan cepat aku mengambil bungkusan tadi lalu menyusulnya.

“Sungmin-ah, gomawo untuk hari ini, kau baik sekali, sepertinya aku sangat merepotkanmu! Hahahaha”

“Anio.. ehmm Seara-ya ada yang ingin aku..”

“Apa?”

“Ini untukmu, kalau bisa kau membukanya sekarang dan janji kau tidak tertawa karena ini norak sekali!”

Seara tersenyum lalu mengambil bungkusan kecil tadi. Dia membuka kertas kecil berwarna pink yang aku selipkan, astagaa jantungku! kumohon bertahanlah.. sebentar saja!

“Would you be mine?”, tanyaku pelan. Kira-kira itu isi yang aku tulis dikertas pink kecil itu.

Dia hanya tertegun menatapku, aku menggerakan tanganku dihadapan wajahnya yang sama sekali tidak berkedip. Ada yang salah dengan kata-kataku?

“Seara-ya, gwaenchana?”

“Kau.. kau serius? Kau serius Lee Sungmin?”, tanyanya masih dengan ekspresi kaget.

“Keureom, aku menyukaimu.. kau mau jadi pacarku?”

“Aku tidak yakin, apa kau benar-benar serius?? bukankah kau menyukai Chaejin?”, tanyanya lagi.

“Mwo? hahaha Chaejin, dia sudah seperti saudaraku kau tahu? Seara-ya, kalau aku tidak serius.. kau bebas menyuruhku apa saja.. aku janji akan menurutinya!”, Aku tersenyum menatapnya, dia manis sekali!

“Kalau kau tidak serius.. bagaimana kalai kau memakai wig ke taman kota dan mengamen disana?”, Seara tersenyum.

“Memakai rok bila perlu, hahahaha.. ehmm jadi kau mau?”

Seara menunduk lalu terdiam beberapa saat, dia membuatku gugup, apalagi yang harus dia pikirkan hah? dia hanya tinggal mengucapkan kata ‘iya’ kan?

“Iya..”, ucapnya pelan.

WAW! rasanya perasaanku lega!! Terima kasih Tuhan… aku mengecup pipinya lalu memeluknya erat.

****

Aku melirik jam, jam 8 pagi. Sekarang hari minggu dan aku ada dimana? depan apartemen Chaejin (==’) harusnya aku mendatangi Seara, tapi dia bilang dia ada acara keluarga, jadi aku memutuskan untuk ke apartemen Chaejin, lagipula dia harus jadi orang pertama yang tahu aku sudah punya pacar! Hahahaha~

Aku memencet bel dan ahjumma yang membuka pintu, gadis itu pasti masih tidur!

“Minnie-ya, pagi sekali! sekalian tolong bangunkan Chaejin ya?”

“Ne~”, Aku masuk ke kamar Chaejin, terlihat dia tidur sambil membuntel (?) tubuhnya dengan selimut. Omo! tidak panas? Aku menghampiri Chaejin lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya pelan.

“Chaejin-ah.. bangunlah!”

“Eomma.. aku tidak akan sekolah~”

“Yak! apa suaraku seperti ibu-mu hah? lagipula ini kan hari Minggu!”, Aku menepuk-nepuk pipinya.

“Minnie? itu kau? aissh~ tumben kau datang?”, tanyanya setengah sadar. Aku senyum sambil berusaha menarik buntelan selimutnya itu. Aissh~ dia tampak seperti Bolu gulung!

“Yak! Lee Sungmin! jangan tarik selimutnyaaa.. kau tahu? aku tidak pakai celana!!”

“Mwo? Jinja?”

“Bercanda.. sepertinya kau sedang senang?”,tanyanya tidak beranjak sedikitpun dari posisinya.

“Ne! Coba tebak hahahaha”

“Kau baru jadian? Dengan Seara?”

Bagaimana bisa dia tahu? Heeey kenapa mukaku panas? Aisgo aigo~

“Bagaimana kau tahu?”

“Hahahahaha~ apa arti persahabatan kita sejak TK hah? jadi benar? Chukae!”

Aku menarik tubuhnya agar dia bangun, minimal dia duduk. Astagaaa bagaimana jika dia menikah nanti bila kelakuannya masih seperti ini? Babo!

“Kau sendiri? sebentar lagi 2 bulan habis.. kau dengan Heechul bagaimana?”

Uwoooow dia langsung bangun? aissh~

“Minnnie.. kau tahu? Heechul ternyata teman TK kita dan kau tahu? dia memintaku untuk jadi pacarnya, etteohke??”, Chaejin menatapku, ekspresinya membuatku kaget.

“Jinja? pantas seperti pernah lihat.. bagaimana perasaanmu padanya? kukira kau sebenarnya menyukai Kyuhyun, benar kan?”, sebenarnya belakangan ini yang aku perhatikan adalah tingkah Kyuhyun dan Chaejin.

“Aku? Kyuhyun? benarkah?”,tanyanya. Astagaaaa dia polos sekali!

“Saranku, kau jangan gegabah.. coba cari tahu dulu perasaanmu atau kau akan menyesal nanti! Lagipula bukannya kau sangat tidak suka Heechul? hahaha tinggal tolak saja gampang kan”, aku mengacak-acak rambutnya.

“Tidak segampang itu Minnie.. aku baru tahu kalau dia sakit!”

“Mwo? sakit apa dia tampak sehat.. ya walaupun dia baru keluar dari rumah sakit, memangnya dia sakit apa?”

“Entahlah.. yang jelas parah!”, ucap Chaejin. Eh, aku baru lihat ekspresinya sesedih ini.

****

Rae-Eun pov

Entah apa yang membentur otak monyet yang ada dihadapanku. Kenapa dia bisa begitu baik hari ini?? Hari ini hari minggu, dia datang ke rumah untuk mengajakku jalan-jalan. Aku senaaaang hohoho tapi dalam rangka apa ya? Biasanya, dia pasti bilang ‘eomma-ku menyuruh bla..bla..bla..’ tapi kali ini TIDAK! hahahaha~

Tadi dia datang ke rumah lalu mengajakku nonton bioskop, mengantarku ke toko buku, ke rumah teman dan sekarang mengajakku makan es krim. Apa dia benar-benar monyet bernama Lee Hyukjae?

“Yak! kau ini sebenarnya kesambet apa hah?”, bentakku.

“Aissh~ ini sudah ke-15 kalinya kau bertanya seperti itu Rae-ssi!”, ucapnya datar. Cih! Dia menyebalkan.. tapi aku suka! (><)

“Apa kau akan membunuhku diperjalanan pulang hah?”

“Astagaa apakah aku ada tampang pembunuh?”

“Ehmm.. hidung belang!”

“Mworago?! Kalau bukan kare– ”

“Karena eomma-ku aku tidak akan mungkin mau! Kau mau mengatakan itu?”, aaaaaaah menyebalkan. Ayo bilang tidak! Katakan itu tidak benar, kau mengajakku jalan-jalan karena inisiatifmu sendiri!

“Ne~ karena.. karena itu! kau berharap apa memangnya?”, kenapa mukanya jadi malu-malu seperti itu? aaah pasti mataku sedang agak kabur!

“Berharap? mana mungkin..”, ucapku pelan.

“Rae-ya, aku punya cerita! Kau mau dengar?”

“Tentang kisah percintaan seekor monyet bodoh? Si-reo!”, ucapku datar sambil memakan es krim-ku.

“Dengarkan..kalau tidak kau akan menyesal!”

Baiklaaaaaah.. mau tidak mau aku menatap wajahnya, aissh tampannya monyet ini.. cerita apa dia? aissh~

“Ada seorang namja tampan dan seorang yeoja cerewet, suatu hari namja tersebut menjemput yeoja itu dan mengajaknya jalan-jalan, Kau tahu mereka kemana? Mereka berdua nonton film komedi lalu ke toko buku..”, rasanya agak dejavu ya? Dia mau cerita hantu? kenapa nadanya seperti itu? ==a

“..dengan sabar namja tampan tersebut menemani yeoja itu kemanapun dia mau, sampai akhirnya namja tersebut membelikan es krim pisang kesukaan yeoja tersebut, kau tahu setelah berpikir lama dan hampir gila, akhirnya namja itu bertanya pada yeoja disebelahnya, Rae-ssi bagaimana jika kita mempertimbangkan perjodohan itu?”

Aku menatap wajah Eunhyuk serius, cerita-nya agak janggal ya?

“Yak! Jawab aku!!”

“Mwo? jawab apa?”

“Astagaaaa~ ternyata kau ini bodoh! Aissh~ bagaimana jika kita mempertimbangkan perjodohan kita?”

Apa aku tidak salah dengar?? Eunhyuk bilang apa tadi?

Kyaaaaaaaaaaaa~~~ Ya Tuhan apa aku sedang bermimpi hah? Dengan keras aku mencubit pipi Eunhyuk.

“Aaaaaaw! YAK! apa yang kau lakukan?”

“Anio~~ hahahahaha”, aku mencintaimu Lee Hyukjaeeeee!!

****

Author pov

Sambil tersenyum, Rae berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik dengan PSP-nya di lapangan. Entah kenapa rasanya hari ini, bahkan sejak kemarin rasanya dia tidak berhenti tersenyum.

“Hai Cho Kyuhyun! Hahahahaha~”, Rae duduk disamping Kyuhyun.

“Kenapa senyum-senyum seperti itu?”, tanya Kyuhyun.

“Kau mau tahu? mau tahu tidaaaak? hahahaha~”, Rae menyenggol-nyenggol tangan Kyuhyun.

“Cepat katakan atau aku tidak akan mendengarkanmu! aissh~”

“Si monyet itu bilang, bagaimana jika aku dan dia mempertimbangkan perjodohan itu hahahahaha~”

Kyuhyun melirik Rae lalu tersenyum, sebenarnya kalau bukan karena kata-kata Kyuhyun waktu itu, mana mungkin Eunhyuk memutuskan menyatakan perasaannya pada Rae. Kyuhyun mengatakan hal itu tentu saja bukan karena dia suka pada Rae, semua tahu itu bukan?

“Cho Kyuhyuuuun.. aku senaaaaaaaang!!”, Rae memeluk Kyuhyun erat.

“Yak! lepaskan! kau sudah bosan hidup hah?!”

“Gomawooo~ aku benar-benar mencintaimuu huahahaha~”

“Ara ara.. lepaskan! dasar genit!”, bentak Kyuhyun sambil berusaha melepaskan pelukan Rae.

Tanpa Kyuhyun dan Rae sadari seorang gadis dengan bola basket di tangannya benar-benar shock melihat kejadian tadi. Dengan malas dia melempar bola basketnya kesembarang tempat lalu pergi.

****

Chaejin pov

 Apa-apaan mereka hah? berpelukan seperti orang bodoh!! Jadi mereka sudah berpacaran? Andwaeeee~ Kyuhyun memeluk gadis lain selain aku? kenapa rasanya sangat tidak rela! Apakah yang dikatakan Minnie benar? Aku menyukai Kyuhyun? Bahkan sangat menyukainya?

“Gomawooo~ aku benar-benar mencintaimuu huahahaha~”

“Ara ara.. lepaskan! dasar genit!”

Ya Tuhaaan apa ini rasanya patah hati? kenapa rasanya menyedihkan? ini membuat dadamu sakit dan sesak. Huaaaaaa~~ aku ingin menangis! eotteohke? Harusnya aku ikut bahagia kan? tapi kenapa rasanya sulit sekali.. Kyuhyun dengan Rae? andwaeeeee~

“Chaejin-ah, gwaenchana?”, tiba-tiba saja bocah menyebalkan itu sudah duduk disebelahku.

“Kau sudah sehat?”, tanyaku datar.

“Memangnya aku selemah apa? aissh~ kau kenapa hah?”, tanyanya lagi.

Aku melirik Heechul, “Heechul-ah, apa tawaranmu masih berlaku?”

“Tawaran apa?”

“Aku mau menjadi pacarmu! Bagaimana?”

Heechul menatapku heran, tapi kemudian dia tersenyum lalu mengangguk. Baru kali ini dia terlihat selembut ini padaku. Dia menggenggam tanganku, hangat.

“Lee Chaejin! kemari kau!!”, Sungmin menarik tanganku agar agak menjauh dari Heechul. Uwoooow dia membuatku kaget, dasar bodoh!

“Heechul-ah, aku duluan ya!”, Aku melirik Heechul sekilas lalu pasrah mengikuti kemana Sungmin membawaku. Aisssh~ kenapa dia terlihat menyeramkan? (o.O)

Sungmin membawaku ke dekat tangga menuju atap sekolah, uwoooooow sepi sekali disini.

“Kenapa kau berteriak seperti itu tadi?”, tanyaku sambil melepaskan genggaman tangannya.Sakit (TT.TT)

“Kau lupa apa yang aku bilang kemarin hah??”

“Lupakan itu, aku baru jadian dengannya.. kau tidak memberiku ucapan selamat?”

“Mwo?? Bodoh!! Jangan gegabah, nanti kau akan menyesal..”. ucapnya

“Sudahlah.. jangan terlalu memikirkanku minnie, dimana yang lainnya? Aku ingin memberitahu mereka, sekarang aku dan kau punya pacar! benar kan? kita harus rayakan hahahaha~”

Sungmin menarik tanganku dan dengan cepat memelukku. Huaaaaaa~ jangan seperti ini, aku benar-benar ingin menangis sekarang. Eotteohke??

“Jangan gegabah.. menangislah tidak ada yang lihat, reputasimu tidak akan jatuh hanya karena kau menangis!”

Aku memeluk Sungmin erat dan menangis, ini pertama kalinya aku menangis dihadapan Sungmin. Cho Kyuhyuuuuuun bodoh! bodoh! bodoh!

TBC

 

14 comments on “THE BOYS [part 11]

  1. akhirnyaaaa part 10 sama 11 update u__u AAAA KENAPA CHAEJIN SAMA HEECHUL??? Ga rela pokoknya ;; terus ntar chokyu gimana dong t.t itu heechul sakit beneran? Curiga bohong ._. *plak semoga part 12 bisa cpt update😄

  2. pengen bgt segera baca lanjutannya… Makin rumit… Kalau chaejin tau kyuhyun nggak ada hbngan dgn si rae gmn?? Wah2 gak sabar…

    • hehehehe~ kalo mau baca lanjutannya di wff udah ada sampe part 12 sebenernya *plakk*
      tapi tapi ntar aku posting disini juga kok ^^

      maksih udah bca sama komeeeen..
      salam kenal okee😉

  3. Ecie~~~Rae eonn seneng tuh suit..suit~~~
    Semoga langgeng buat SungMin_Seara & HyukRae
    tinggal sii KyuJin nih ama Hae –”
    hae ntr ama siapa donk???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s