THE BOYS [part 12]

Annyeong *dadah2 gaje* ada yang kangen saya *plakk* Okey, setelah sekian lama kurang lebih sebulan akhirnya saya posting juga ni FF sinetron hehehehe~ Sebelumnya saya mau minta maaf karena postingny amat sangat lama. Kenapa? jujur saja karena faktor mood .____.v dan ni ff makin aneh juga karena faktor mood. Jadi maaf kalau feel-nya kurang dapet di part ini *bow*

theboyspart12

“Jangan gegabah.. menangislah, tidak ada yang lihat, reputasimu tidak akan jatuh hanya karena kau menangis!”

Aku memeluk Sungmin erat dan menangis, ini pertama kalinya aku menangis dihadapan Sungmin. Cho Kyuhyuuuuuun bodoh! bodoh! bodoh!

Sungmin pov

Aku menuntun tangan Chaejin masuk ke dalam kelas-ku. Kenapa ke kelasku? Karena ini masih jam istirahat. Aku tidak ingin tiba-tiba dia diambil alih lagi oleh Kim Heechul!

Aku masuk kelas dan disana sudah ada Eunhyuk dan Donghae yang sedang mengobrol dan Kyuhyun sedang asyik dengan PSP-nya. Sejujurnya tadi aku benar-benar kesal saat Chaejin bilang, dia dan Heechul pacaran tapi melihatnya menangis seperti tadi aku juga jadi tidak tega. Aku masih bingung kenapa dia memutuskan berpacaran dengan Kim Heechul?

Aku melirik Kyuhyun,  Donghae, lalu Chaejin. Aissh ini sih namanya cinta segi banyak! Sebenarnya aku juga tahu Donghae suka pada Chaejin, tapi entahlah.. mungkin karena aku juga tahu perasaan Chaejin pada Kyuhyun jadi aku cenderung membantu mereka berdua. Bukan berarti aku pilih kasih okey?

Tapi jika hanya mereka bertiga tentu tidak akan serumit ini, tiba-tiba Kim Heechul muncul dan membuat aku tambah pusing! Aigoo apa yang harus aku lakukan?

“Minnie-ya, gwaenchana?”, tanya Donghae

“Ne.. gwaenchana!”, Aku manarik nafas sambil menatap Chaejin. Chaejin balas menatapku, aah ani.. kurasa itu bukan menatap tapi melotot (==)

“Kalian tahu? Uri Sungmin sekarang sudah punya pacar! hahahahaha..”, Chaejin tertawa sambil menepuk-nepuk bahuku keras. Aissh kenapa tiba-tiba jadi membahas itu? malunyaaa..

“Minnie kau punya pacar??”, Eunhyuk membelalakan matanya. Berlebihan! Kenapa ekspresinya seperti itu?

“Kau pikir aku ini bukan pria normal hah? Dasar monyet bodoh!”

“Aku bagaimana? Kau kan milikku!”, Kyuhyun menaruh PSP-nya sambil memasang tampang syok dan sedih yang dibuat-buat. Sejak kapan aku ini miliknya? Dia menggemaskan sekali!

“Tapi ingat, kau juga milikku Cho Kyuhyun! hahaha..”, Chaejin tertawa menatap Kyuhyun dan Kyuhyun tersenyum sambil mengacak-acak rambut Chaejin. Apa aku berlebihan? aku bisa merasakan kesedihan dari tatapan mereka berdua.

“Monyet tampaaaaaaaan~ kau disini ternyata!!”

Suara yang agak cempreng dan menggelegar, siapa lagi kalau bukan Han Rae Eun (–,–), eh kesambet apa dia teriak-teriak memanggil ‘monyet tampan’. Tunggu, apa yang dia maksud itu Eunhyuk?? Aku, Chaejin, Donghae menatap Eunhyuk dan Rae yang sudah ada dihadapan kami secara bergantian.

“Monyet tampan? jinjayo?”, tanya Donghae sambil memegang wajah Eunhyuk yang dengan cepat langsung ditepis oleh yang punya wajah.

“Maksudmu.. dia?”, Chaejin menunjuk wajah Eunhyuk tidak percaya.

“Kalian jadian??”, Aku mengambil kesimpulan melihat tatapan Rae yang berbinar-binar, sedangkan Eunhyuk? wajahnya yang putih berubah merah.

“Chukae! Berbahagialah para monyet di dunia..”, ucap Kyuhyun datar lalu mulai fokus memainkan PSP-nya.

“Selamat? Berhentilah mengucapkan itu setan bodoh!”, Eunhyuk menatapnya garang lalu menjitak kepala Kyuhyun.

“Yak!! Kenapa menjitak kepalaku?? Minnie-ya.. Chaejin-ah.. dia jahat sekali menjitak kepalaku!”

Donghae tertawa karena ekspresi Kyuhyun, lalu menjitak kepala Eunhyuk. Kyuhyun balas menjitak kepala Eunhyuk dan Eunhyuk menjitak kepala Donghae, lalu dengan santainya Kyuhyun menjitak kepalaku. Yak! Kenapa jadi nyasar ke kepalaku?? Aku menatap Kyuhyun yang sedang tersenyum lalu aku melirik ke arah Chaejin, kenapa ekspresinya seperti itu? dia ingin menangis lagi?

Aku menggenggam tangannya, mencoba menenangkannya. Chaejin mulai mendongakan kepalanya lalu tersenyum.

“Kalian tahu? sekarang aku dan Heechul sudah resmi berpacaran.. bukan lagi karena taruhan bodoh itu! Jadi sekarang aku juga punya pacar ha ha ha”

Rae, Eunhyuk, Kyuhyun dan Donghae berhenti tertawa lalu menatap Chaejin. Aku melirik wajah Donghae dan Kyuhyun yang.. aaah aku benar-benar gila!

****

Author pov

Seorang pria dengan tampang lesu memasuki halaman rumahnya. Setelah masuk rumah dengan cepat dia merebahkan diri di sofa dan berusaha mengontrol suasana hatinya. Kata-kata tadi di sekolah masih terus terngiang ditelinganya sampai-sampai dia tidak sadar seseorang memperhatikannya dari dekat.

“Donghae oppa, kau sudah pulang? kau sakit?”

Donghae melirik ke arah Eunra yang sedang mengelap meja di sebelahnya, lalu tersenyum.

“Tidak, aku tidak sakit.. Eunra-ya, bisa kau duduk disebelahku sebentar?”

Donghae duduk, disusul dengan Eunra yang kini duduk disebelah Donghae. Donghae menyandarkan kepalanya ke bahu Eunra lalu memejamkan matanya. Sejenak dia merasakan kenyamanan tapi kenyamanan itu berubah menjadi rasa sakit. Ya, dia merasa sakit dengan kata-kata Chaejin tadi, seperti yang ia duga sebelumnya, tidak menutup kemungkinan jika Chaejin dan Heechul akan benar-benar pacaran.

“Gwaenchana?”

“Kau pernah merasa sangat bodoh karena menyukai seseorang? Tapi menyedihkannya orang itu tidak tahu dan bahkan menyukai orang lain.. terlebih dia adalah sahabatku! menyedihkan bukan?”

Astagaaa.. kenapa kau cengeng sekali Lee Donghae!! ini benar-benar memalukan.. aigoo~

Eunra, gadis itu memegang kedua pipi Donghae dan mengusap air matanya lalu tersenyum. Donghae berkutat dengan pikirannya saat menatap Eunra, rasanya sungguh memalukan Eunra melihatnya seperti ini. Mana ada seorang namja menangis di bahu seorang yeoja, dan bahkan dia mengusap air mataku? Okey, ada.. orang itu adalah aku! rutuk Donghae.

“Aku pernah mengalaminya.. aku menyukai seorang namja dan dia menyukai orang lain, sepertinya namja yang aku sukai sangat menyukai gadis itu, kau tahu? dengan menjadi sandarannya seperti ini saja aku sudah merasa senang.. Aku lebih parah dari kau oppa, aku menyukai majikanku sendiri, menyedihkan bukan? Aku rasa ini lebih tragis..”

Donghae mengerutkan dahinya menatap Eunra, sedangkan lagi-lagi Eunra hanya tersenyum menatapnya.

——

Chaejin pov

Kalian tahu siapa orang paling bodoh di dunia? aku.

Menurut kalian aku ini benar-benar lucu kan? dengan bodohnya aku menganggap Kyuhyun dan Rae berpacaran, lalu menerima Heechul menjadi pacarku, dan sekarang, haruskah aku menyesal? Sudahlah.. itu sudah hampir seminggu berlalu, simpan saja perasaan bodoh seperti rasa menyesalmu itu Lee Chaejin!

Baiklah.. saatnya fokus kepada buku sialan ini. Hal ketiga yang aku benci setelah kucing dan waria, apalagi kalau bukan ujian?? Okey, aku lebih baik bertemu dengan waria daripada harus bertemu dengan soal matematika terlebih lagi fisika dan sejarah. Aissh~ besok aku ada ujian matematika. Han Seosaengnim pasti menyuruhku duduk di depan. Menyebalkan!

Cho Kyuhyuuuuuuun kau membuatku gila! Bagaimana bisa disaat seperti ini aku teringat untuk minta diajari olehmu hah? Apakah akan sangat memalukan jika sekarang aku ke sebelah untuk minta diajari matematika? Lee Chaejin ayo bakar perasaanmu bakar! bakar! demi masa depanmu hohohoho (==’)

Kaja!

****

Aku memencet bel apartemen Kyuhyun, astaga jantungku! bumiiii telan aku sekaraaaang.. aku tidak sanggup bertemu dengannya saat ini. Sejujurnya aku dan Kyuhyun seminggu ini jadi agak menjauh, bukan dia yang menjauhiku.. tapi aku yang agak menghindar darinya. Apa sudah terlambat jika aku kabur sekarang? kurasa iya.. Kyuhyun sudah membuka pintunya, eotteohke?? Bersikaplah wajar dan alami.

“Hai Kyu, apa kabar?”, aku memamerkan senyum tiga jariku. Apa tampak alami? aku merasakan bibirku kaku (.____.)

“Kesambet apa kau? tak usah basa-basi seperti itu, masuklah!”

Aku memamerkan senyum tiga jariku lagi lalu masuk. Uwooooow rasanya sudah lama sekali aku tidak main kesini. Ckckckck~

“Ada apa? kau membawa makanan tidak?”, tanyanya.

“Makanan? aissh~ kau ini, Kyu ajari aku matematika.. aku benar-benar sengsara! Nanti akan kubuatkan nasi goreng bagaimana?”

“Mengajarimu? aku bisa gila Lee Chaejin, otakmu itu benar-benar lambat.. Mengajarimu sampai gila lalu mati karena nasi goreng buatanmu, menyedihkan sekali nasibku!”

Dengan cepat aku menjitak kepalanya. Azzz menyebalkan!

“Kau mau menginap?”

“Bolehkah?”

“Sejak kapan kau bertanya seperti itu hah? biasanya juga kau tiba-tiba datang dan tiba-tiba menginap disini kan? babo! cepat keluarkan bukumu!”, Kyuhyun duduk dihadapanku dengan gaya menyebalkan. Eh, dia pakai kacamata? hahahaha

“Cho seonsaengnim, sejak kapan kau pakai kacamata?”

Kyuhyun menatapku agak lama, itu membuatku berdebar-debar.

“Sejak kapan kau memperhatikanku hah? dasar payah! ayo belajar!”

“Memangnya aku tidak pernah memperhatikanmu? Jahat sekali berkata seperti itu.. apa arti persahabatan kita sejak TK Cho Kyuhyun?”

“Sudahlah.. mau belajar atau bernostalgia hah?”

“Ne Cho seonsaengnim.. bohon bantuannya!”

Aku membungkuk lalu tersenyum menatap Kyuhyun, Kyuhyun juga menatapku lalu tersenyum. Setidaknya itu membuatku nyaman saat ini.

****

Aku melirik jam, jam 11 malam! Sudah 3 jam aku belajar matematika WAW!! Tidak aneh jika aku bisa merasakan kepulan-kepulan asap di kepalaku. Baiklah, itu berlebihan maksudnya aku merasakan kepalaku sangat berat (==’)

Aku melirik Kyuhyun yang tertidur di sofa. Dia mengajariku lalu memberikan 25 soal yang harus aku kerjakan sendiri dan lihat? Aku hanya sanggup mengerjakan 15 soal sementara dia tertidur karena lelah.

Perlahan aku menghampiri Kyuhyun lalu menyentuh pipinya sepelan mungkin. Cih! Tidak lucu kan jika aku tertangkap basah sedang memperhatikan dan menyentuh wajahnya. Apa benar aku sangat menyukaimu hah?

dddrtt..drrrt.. ponselku berbunyi. Aku mengambil ponselku di atas meja.

from: miss korea -.-

kau sedang apa? apa kau sudah makan?

To: miss korea -.-

Aku sedang belajar! Ne, aku sudah makan. Kau belum tidur?

From: miss korea -.-

Belajar? Kesambet apa kau hahaha~ aku hanya ingin memberitahumu besok ayo kita kencan!

To: miss korea -.-

Cih! Baiklah, terserah kau!

Kencan? Semoga dia tidak mengajakku naik wahana gila lagi. Aissh~ Aku melirik Kyuhyun lagi yang masih tidur. Wajahnya menipu sekali, dan aku baru tahu jika dia setampan ini. Perlahan tapi pasti aku mengecup pipi Kyuhyun pelan.

Uwaaaaaaaaw Lee Chaejin!! Apa yang barusan kau lakukan hah? Omooo~

——

Aku menghela nafas panjang. Berkat Cho Kyuhyun, setidaknya aku bias mengerjakan ujian menyebalkan itu dengan cukup lancar. Sesuai dugaanku, Han Seonsaengnim menyuruhku duduk di depan. Menyebalkan bukan? Hanya karena aku pernah dikira mencontek! Hey, jangan tatap aku seolah-olah aku ini tukang contek, setidaknya jika aku benar mencontek nilai matematikaku akan selalu bagus kan? Faktanya tidak pernah (==’)

Aku memasukan semua bukuku ke tas, dan kulihat Kim Heechul sudah berdiri di depan pintu. Baiklah, kencan. Semoga ini menyenangkan!

“Kau sudah siap jagiya?”, Heechul menggandeng tanganku. Aissh~ apakah tampak seperti bergandengan dengan wanita??

“Jangan panggil aku seperti itu atau kau akan mati!”

Chaejin bodoooh! Apa yang kau katakan hah? kenapa kau menyebut kata mati? Semoga Heechul tidak mendengar kata-kataku. Tapi siapa yang tidak akan mendengar jika aku menyebutkannya dengan keras??

“Kau ini kenapa masih galak seperti itu? Harusnya kau lebih bersikap feminim dan romantis. Kau bisa panggil aku oppa!”

“Aaah.. ng, sudahlah.. ayo kita pergi sekarang!!”

****

Author pov

Chaejin menatap Heechul yang sibuk mengoceh sambil menggandeng tangannya. Kini mereka ada di sebuah pusat perbelanjaan. Seperti pasangan yang lain, bergandengan tangan mesra sambil berjalan-jalan. Baiklah, tidak ada tanda-tanda kemesraan dari wajah Chaejin.

“Kau mau kemana? Apa kau ingin ke tempat lain?”

“Tidak, sudahlah kita bersenang-senang disini saja! Eh, kita ke toko kaset games disana bagaimana?”

“Mwo? games?”

Dengan semangat Chaejin menarik tangan Heechul, sedangkan yang ditarik hanya bisa memasang tampang bingung. Heechul baru tahu kalau Chaejin suka bermain games. *saya pun begitu, sejak kapan ya?**plakk*

Heechul tersenyum melihat wajah Chaejin yang semangat melihat-lihat isi toko kaset games.

“Ahjussi, adakah kaset games yang terbaru?”, tanya Chaejin

“Ne, ini adalah kaset games yang paling baru dan banyak dicari! Kau mau beli?”, Ahjussi itu menunjukan satu kaset games pada Chaejin.

“Aku baru tahu kau suka main games.. aissh~ kau ini wanita? kenapa melihat games yang seperti itu? menyeramkan!”

“Kau ini cerewet sekali sih! Memangnya tidak boleh jika wanita bermain games? lagipula aku tidak semaniak itu, kau tahu? mm.. sepertinya Kyuhyun akan senang jika aku memberinya ini!”

“Mwo? Cho Kyuhyun? aissh~ untuk apa kau memberinya ini hah?”, Heechul melotot ke arah Chaejin, tapi gadis itu tidak mempedulikannya.

“Terserah akuuuu~ hohoho lagipula ini bukan urusanmu! Ahjussi, aku beli ini!”

Chaejin menyerahkan beberapa lembar uang. Ini sebagai imbalan Kyuhyun sudah mengajarinya tadi malam, lagipula jika melihat wajah Kyuhyun saat sedang tidur kemarin, dia masih merasa menyesal akan tindakan bodohnya. Dia sangat menyukai Kyuhyun? entahlah.

Chaejin melirik ke arah Heechul yang memasang tampang kesal. Bagaimana tidak kesal? Pacarnya ingat memberikan pria lain hadiah dan nampaknya tidak akan mungkin ingat memberinya hadiah. Apakah Heechul cemburu?

“TENTU SAJA!!”, bentak Heechul pada author.

“Kau kenapa?”, tanya Chaejin aneh.

“Anio.. hanya menjawab bisikan setan!”, jawab Heechul datar.

“Kau itu benar-benar abnormal kan? Terlihat sekali dari auramu! Hawa-hawa orang menyebalkan aissh~”

“Mwo? menyebalkan? Cih! baiklah.. asal kau yang bilang aku tidak akan marah! Sekarang temani aku ke toko kaset ya? aku ingin membeli album F(x) yang baru!”

“F(x)? kau suka juga yang seperti itu? hahahaha lucu sekali!”

“Kaja!”, Heechul menggengam tangan Chaejin lalu memasuki toko kaset. Kali ini giliran Chaejin yang menatap Heechul dengan tatapan aneh. Chaejin baru tahu kalau seorang Kim Heechul bisa menyukai girlband dan sampai berpikiran untuk membeli albumnya (==)

Heechul sedag asyik melihat-lihat CD begitupun dengan Chaejin. Mata Chaejin tertuju pada CD Sung Si Kyung. Lagi-lagi dia teringat pria bodoh itu. Penyanyi favorite si bodoh itu! Chaejin menghela nafas panjang.

“Omoo~ YAA!! kau membuatku kaget!”

Chaejin menjitak kepala Heechul pelan. Bagaimana tidak? tiba-tiba Heechul melongokan kepalanya saat Chaejin sedang berkonsentrasi pada cover CD yang tengah dipegangnya.

“Jinja? kau sedang pegang CD apa? Mwo? Sung Si Kyung? kau? hahahahaha lucu sekali!!”

“Aissh~ sudahlaaaah, kita sudah berjalan-jalan daritadi, aku lelah! ayo kita pulaaang!”

“Baiklah.. kaja!”

****

Heechul menggengam tangan Chaejin dan mengantarnya sampai depan pintu aparetemennya. Memastikan gadis itu sampai depan pintu dengan selamat. Chaejin hanya bisa diam, dia baru merasakan tangan Heechul yang kini hangat menggenggam tangannya. Biasanya, dia tidak pernah merasakannya dari seorang Kim Heechul. Karena apa? Heechul lebih sering menarik tangannya ketimbang menggenggam seperti ini.

“Baiklah, sudah sampai!”, Heechul memasang senyum andalannya. Tapi menurut Chaejin, senyumnya itu tampak seperti wanita yang sedang jatuh cinta. Membuatnya bergidik menatap Heechul.

“Ne, aku masuk! Hati-hati, kalau sudah sampai kau bisa sms aku!”, ucap Chaejin.

Chaejin hendak membuka pintu rumah tapi Heechul menahan lengannya lembut. Heechul tersenyum setan sambil terkekeh.

“Waeyo? kau seperti setan wanita yang menyeramkan Kim Heechul!!”

Perlahan tapi pasti, Heechul mendekatkan wajahnya ke arah wajah Chaejin. Chaejin merasa wajahnya pasti sudah sangat merah dan panas karena wajah Heechul hanya berada beberapa centi dari wajahnya.

Chaejin bisa melihat wajah Heechul yang amat sangat bersih, dia terlihat tampan, pikirnya. Chaejin bergidik saat nafas Heechul sangat terasa berhembus di wajahnya. Sebenarnya dia bisa saja berteriak atau memukul kepala Heechul seperti biasanya, tapi kali ini entahlah.. dia merasa benar-benar gugup!

Hidung Heechul menyentuh hidung Chaejin, dan dengan perlahan Heechul menyentuhkan bibirnya pada bibir Chaejin. Hanya menyentuhkan. Heechul merasa jantungnya sangat berdebar-debar saat ini, bagaimana tidak? ini yang sangat ia inginkan setiap bertemu dengan Chaejin.

Perlahan Heechul melepas bibirnya lalu tersenyum.

“Jaljayo!”

Chaejin hanya bisa melongo memperhatikan punggung Heechul yang menjauh sebelum akhirnya menghilang saat masuk lift.

****

Chaejin pov

Aku butuh bernafas dan berpikir normal. Satu..Dua..Tiga.. tarik nafaaaaas lalu hembuskaaaaan!! APA YANG TERJADI BARUSAN?? DIA MENCIUMKU?

AKU? KIM HEECHUL? BERCIUMAN? aaaaaaaaaah bibirku ternoda oleh seorang gadis hah? andwae!! Kau pasti gila Lee Chaejin, kenapa kau tidak menolak hah?

Dengan gemetar aku mengeluarkan kunci apartemen. Uwoooow seseorang menarik lenganku dan dengan cepat memelukku erat hingga kunciku terjatuh. Eh? jantungku berdebar keras saat merasakan tubuhku bersentuhan dengannya dan jantungku! omo! omo! berhentilah bertalu-talu seperti ituuuuu.

TBC

Pendek? maafkaaaaan… makin aneh? maafkan jugaa.. lama publish? maaaaf … banyak salah ketik jeongmal mianhae~ *bow*

Semoga masih ada yang bersedia komen di FF ini untuk perbaikan. Kritik dan saran saya terima dengan senang hati ^^

17 comments on “THE BOYS [part 12]

  1. Wow o.o it kyu kan? Hayo bkn heechul kan yg m’rebut firstkiss chaejin? Kalo ak tebak xi kyu yg dlum nyium chaejin wkt babk belur dijagain chaejin. Aigo>< kpn ni kyu braksi..

  2. Uwooowww… Pasti s kyu deh yg memeluk s chaejin…chaejin n heechul lum kissing kan? Cuman, sentuhan bibir doang???
    Arghhhhhh……kyujin couple always 4ever RIBET…..>< sama2 g ngakuin perasaanx masing2….aishhhh

  3. bagian favoritku di part ini…”Mengajarimu sampai gila lalu mati karena nasi goreng buatanmu, menyedihkan sekali nasibku!”
    nyahahahahhaa..pas banget ntu,,,begitu menusuk jiwa dan raga..#plaaaak

    n apa itu…heechul nyium chaeri..????
    astagaaaaa…
    aaa…*maraton ke next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s