I WANNA HOLD YOU

Another KyuJin fanfiction! ini dibikinin sama salah satu author favorite saya yaitu Shilla eonni ditengah-tengah kegiatannya yang sibuk akan ujian hohohoho~  dan ini udah di post di blognya Shilla eonn makasih banget ya eonn ^^ Okey, readers selamat membaca🙂

{Author: Park Shilla}

Lee Chaejin masih  termangu. Ia memandang ragu seperangkat alat masak di hadapannya. Ia terus menggaruk tengkuknya dari tadi, bukan karena gatal tapi karena ia tengah bingung. Ia memang selalu menggaruk tengkuknya saat bingung.

“Ah eoteokae? Aku tidak bisa memasak” ucapnya frustasi. Ia memang bukan tipe wanita yang mudah untuk memasak, bsia dikatakan memasak bukan keahliannya. Ia hanya pandai memasak ramen, tak  lebih. Tapi hari ini, ia ingin menyajikan dinner special untuk suaminya.

Ia hanya ingin suaminya merasa bangga mempunyai istri sepertinya. Ia ingin mempertahankan pernikahannya.

Aku mencintainya Chaejin-ssi. Dan kurasa aku akan mendapatkannya, tak peduli kalau kau ini istrinya. Toh dia tidak mencintaimu, bukan?

Chaejin terdiam. Ingatan tentang pertemuaanya dengan Song Jia beberapa hari lalu terus mengganggu pikirannya. Rekan kerja suaminya itu terang-terang menyatakan kalau ia ingin mendapatkan suaminya. Dan Chaejin tak ingin itu terjadi.

Ia sadar, pernikahannya dengan Cho Kyuhyun, suaminya, adalah sebuah arranged marriage. Tapi tak bisa Chaejin pungkiri kalau setahun pernikahan mereka telah membuahkan benih cinta yang kian lama semakin berkembang dihatinya. Karena itu ia tak akan kalah dari seorang Song Jia.

Tapi, apa Kyuhyun bodoh itu mencintaiku?

Pertanyaan itu terus mengelayuti pikirannya. Selama ini Kyuhyun adalah pribadi yang dingin. Jarang bicara, dan kebanyakan waktunya ia habiskan dikantor. Ia adalah pewaris utama asset leluarga Cho. Tapi setidaknya 14 jam setiap harinya ia akan dirumah bersama Chaejin. Ya, suaminya itu menghabiskan waktu 10 jam perhari untuk bekerja dikantor.

“Aku pulang” ucap sebuah suara. Tak perlu Chaejin menoleh ke sumber suarapun ia sudah tahu siapa yang datang. Ya Cho Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan berdiri disana?” Tanya Kyuhyun bingung saat mendapati Chaejin tengah berdiri kikuk di dapur.

“Eo?..aniyo. Aku hanya bingung untuk memasak apa” aku Chaejin. Kyu mengamatinya sekilas kemudian menghela napasnya.

“Tak usah repot. Kita makan diluar saja. Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Eh?”

“Ppali ganti bajumu” titah Kyu. dengan sedikit bingung Chaejin hanya menuruti Kyu, ia masuk kamarnya dan mengganti pakaiannya.

“Kau tahu kan tentang rencana Appa untuk meluaskan pangsa pasar Eropa?” Tanya Kyu disela makan malam mereka. Chaejin hanya mengangguk sambil terus mengunyah makanannya.

“Dan target Appa kali ini adalah London, apa kau juga tahu?”Tanya Kyu lagi. Dan lagi-lagi Chaejin hanya mengangguk.

“Dan Appa menyuruhku untuk menghandle semuanya..di London” Chaejin sontak menghentikan makannya. Ia menatap Kyuhyun yang kini juga tengah menatapnya.

“Dan 2 minggu lagi aku berangkat” lanjut Kyu. chaejin membulatkan matanya. Ia hanya bisa terpaku.

“Apa..kau bisa menemaniku?” Chaejin mengerjabkan matanya. Jujur ia sangat ingin bersama suaminya itu.

“Berapa lama?” bukannya menjawab pertanyaan Kyu, Chaejin justru melontarkan pertanyaan balik.

“Kurasa setahun” jawab Kyu. chaejin menundukkan kepalanya. Setahun.. bukan waktu yang singkat. Tapi..

“Kau tahu kan kalau sidang skripsiku tinggal beberapa bulan lagi. Jadi kurasa…”Chaejin tak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia membuang mukanya, tak berani menatap suaminya itu.

“Araseo”

***

2 weeks later @Incheon Airport  

Chaejin berusaha sekuat tenaga menghalau perih dan gamang yang kini menderanya. Mengantar Kyuhyun pergi untuk waktu yang cukup lama bukanlah hal mudah. Ia pasti akan merindukan suaminya itu.

“Kau jaga diri, ne?” ucap Kyu. chaejin hanya mengangguk. Kyu bisa melihat bekas mata sembab dari Chaejin. Semalam memang Chaejin tak kuasa menahan rasa sedihnya. Kalau boleh memilih, maka Chaejin tak ingin melepas pelukannya terhadap Kyu malam tadi.

“Aku akan sering kirim kabar” ucap Kyu lagi. Chaejin lagi-lagi hanya mengangguk.

“Kau tenang saja Chaejin-ah, aku akan menjaga Kyu. aku pastikan suamimu ini tidak akan macam-macam” ucap Siwon yang juga akan berangkat bersama Kyuhyun. Dalam urusan bisnis ini, memang Siwon yang notabene adalah sepupu Kyuhyun juga akan menemani Kyuhyun. Dan satu hal lagi kenyataan yang membuat Chaejin merasakan sesak yang tak tertahankan adalah karena seorang Song Jia juga akan ikut ke London.

Suara peringatan untuk penerbangan ke London sudah terdengar. Siwon dengan segera memeluk istrinya dan memberikan kecupan hangat untuk istrinya itu, Shilla. *author numpang eksis*

Chaejin hanya memandang kedua pasangan itu miris. Mereka tak segan menunjukkan kemesraan mereka. Hal yang selalu Chaejin ingin lakukan bersama Kyuhyun. Hanya saja suaminya yang dingin itu tak pernah bisa melakukan hal itu.

Kyuhyun hanya memberikan pelukan singkat untuk Chaejin. Tak ada kecupan selama tinggal atau ucapan menenangkan dari bibir Kyuhyun yang keluar, membuat Chaejin hanya bisa mendesah kecewa.

Jia menghampiri Chaejin kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Chaejin semakin merasa sesak. “Kau tenang saja selama di London akan kupastikan aku menjaga suamimu dengan baik. Serahkan saja suamimu padaku” bisik Jia kemudian berlalu menyusul Kyuhyun dan Siwon. Sontak Chaejin membulatkan matanya. Air matanya jatuh seketika.

“Hey tenanglah. Mereka akan baik-baik saja” ucap Shilla sambil menepuk pundak Chaejin.

“Saat pasangan kita jauh dari kita maka kita hanya bisa memberi mereka kepercayaan dan doa kita, keudaechi?” ucap Shilla lagi. Chaejin memandang Shilla yang kini tengah tersenyum lembut kearahnya.

Ne, aku harus mempercayainya.

***

Chaejin masih menjalani hari-harinya dengan biasa. Menyelesaikan skripsinya, tak ada yang berubah. Hanya saja kini hari-harinya diisi kerinduannya untuk Kyuhyun. Suaminya itu, tak seperti janjinya yang akan sering mengirim kabar, kenyataanya adalah bahwa suaminya itu seperti tertelan bumi. Selalu Chaejin yang akan memberi inisiatif untuk menanyakan kabar, dan Kyuhyun hanya akan menjawab sekenanya.

Chaejin menatap ponselnya lagi. Ia ingin menelepon Kyuhyun, tapi apakah suaminya itu sibuk? Ia ragu, tapi rasa rindunya sudah tak bisa ia tahan lagi.

“Yoboseyo..”ucapnya saat seseorang di seberang sana menerima telponnya.

“Yoboseyo Chaejin-ah” ucap Kyu. tak bisa Chaejin sembunyikan rasa senang itu saat mendengar suara Kyuhyun.

“Kyu..apa kau sibuk?”

“Ehm sedikit. 1o menit lagi aku ada meeting. Waegurae?”

“Aniyo.. apa kau sehat?”

“Eo. Chaejin-ah aku tutup ya, sudah mau meeting”

“Ehm..Kyu..aku..” belum sempat Chaejin melanjutkan ucapannya Kyu langsung menutup telponnya.

Dia bahkan tidak menanyakan kabarku.

***

Chaejin’s Graduation Day

Chaejin mengulas senyumnya sedari tadi. Bukan hal yang aneh bukan? Wajar malah. Ketika perjuangan kita selama 4 tahun membuahkan hasil yang memuaskan. Hari ini, Chaejin resmi lulus dari Fakultas Desain Grafisnya dan yang lebih membahagiakan lagi adalah bahwa ia lulus menyandang predikat terbaik.

Hanya saja, kebahagiaanya kali ini serasa tidak sempurna. Suaminya yang setengah mati ia rindukan itu bahkan tidak menampakkan batang hidungnya. Oke Chaejin tahu Kyuhyun memang sibuk, tapi tak bisakah ia datang untuk memberinya selamat meski hanya sebentar? Atau paling tidak bisakah Kyuhyun menghubunginya dan untuk sekedar mengucapkan selamat?

Apa kau begitu sibuk Kyuhyun-ah?

“Chaejin-ah!” teriak sebuah suara. Chaejin mengalihkan pandangannya dan mendapati Shilla berlari kearahnya.

“Eoni!” ucapnya. Shilla kemudian memeluk Chaejin dan mengucapkan selamat untuk sepupu iparnya itu.

“Chukae Chaejin-ah!” ucap sebuah suara berat seorang namja. Chaejin sedikit tersentak saat mendengar suara itu.

“Siwon Oppa?” ucap Chaejin tak percaya. Bagaimana seorang Choi Siwon kini malah berdiri didepannya sementara suaminya tidak?

Chaejin melongokkan kepalanya kearah belakang Siwon. Mencari sosok Kyuhyun yang ia harapkan ada. Siapa tahu suaminya itu memberinya kejutan dengan tiba-tiba datang ke acara kelulusannya.

Eopseo..kau benar-benar tak datang Kyu?

Chaejin menggigit bibir bawahnya. Berusaha meredam kekecewaanya.

“Siwon Oppa…kapan kau pulang?” Tanya Chaejin.

“Kemarin”

“Wae?” tanyanya singkat. Siwon memandang Chaejin bingung.

“Eo? Aku hanya merindukan Shilla jadi aku menyempatkan pulang barang sehari”

“Sehari?”

“Eo. Nanti malam aku sudah harus kembali ke London Chaejin-ah” jelas Siwon. Chaejin tersenyum singkat. Ia merasakan sesak didadanya entah mengapa. Mendengar kalau Siwon menyempatkan pulang ditengah kesibukannya demi bertemu istrinya. Jujur Chaejin berharap Kyu bisa sedikit saja seperti Siwon. Tak perlu berlebihan sampai pulang ke Korea, tapi setidaknya Kyu menanyakan kabar Chaejin. Mengatakan kalau ia merindukan Chaejin. Tapi sepertinya itu semua hanyalah harapan Chaejin semata.

“Kyu…apa dia sangat sibuk?” Tanya Chaejin lirih. Siwon terlihat beradu pandang dengan Shilla. Membuat Chaejin menatapnya curiga.

“Eo..ehm..ne tentu saja. Maafkan Kyu kalau hari ini dia tak sempat pulang. Dia sangat sibuk Chaejin-ah” tutur Siwon sedikit terbata. Chaejin entah kenapa merasa ada sedikit nada kebohongan dari ucapan Siwon.

“Ah tapi Kyu menitipkan ini untukmu” ucap Siwon kemudian menyerahkan sebuket bunga untuk Chaejin.

“Ia menyuruhku untuk memberikannya sebagai ucapan selamat” ucap Siwon lagi. Chaejin menunduk menatap bunga yang kini sudah beralih ketangannya.

Ia tahu Siwon berbohong padanya. Ia hanya memberi bunga itu untuk menghibur Chaejin. Bunga itu jelas bukan dari Kyu. chaejin tahu itu. suaminya itu bukan tipe namja yang akan bertindak romantis. Dia bukan tipe pria yang menunjukkan perhatiaannya dengan semacam hadiah.

Apa..yang Siwon Oppa sembunyikan sebenarnya?

Chaejin menatap Siwon dan Shilla. Ia kemudian memasang senyumnya lagi. Tak ada gunanya ia menunjukkan kekecewaanya pada dua pasangan di depannya itu. biarlah ia sendiri yang merasakannya.

“Gomawo Oppa”

***

Chaejin masih terpaku didepan televisi. Pandangannya lurus kearah TV yang kini tengah menyiarkan sebuah berita. Dadanya sesak dan ia hanya bisa menggigit bibirnya.

Pengusaha muda Cho Kyuhyun dikabarkan berhubungan dekat dengan rekan bisnisnya Song Jia. Kota London ternyata sanggup menyatukan hati kedua rekan bisnis itu.

Perlahan tetes demi tetes air mata Chaejin jatuh. Ia tak sanggup lagi melihat berita itu. mungkin memang hanya gossip belaka, tapi rasanya tetap saja sakit.

Ia hanya memegang ponselnya kaku. Ia ingin sekali men-dial nomor 1 di ponselnya dan menghubungi Kyuhyun. Tapi ia hanya bisa terdiam. Ia ragu, ia tak sanggup. Suaminya bahkan tak berinisiatif untuk menjelaskannya bukan?

Kalau ini hanya berita sepintas lalu mungkin Chaejin tak akan terlalu ambil pusing. Masalahnya adalah berita kedekatan Kyu dan Jia itu sudah meruak dari beberapa hari lalu. Dan sampai detik inipun Kyuhyun tak pernah berusaha menjelaskan ataupun menyangkal.

DRTDRT

Chaejin sedikit tersentak saat tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia membuka inbox ponselnya.

Bagaimana? Apa berita akhir-akhir ini sudah cukup? Kurasa itu sudah merupakan bukti kalau aku menang Chaejin-ssi. Sebentar lagi kurasa Kyuhyun Oppa akan menjadi milikku.

Chaejin hanya bisa menatap pesan itu. ia hanya menggit bibirnya lebih kuat. Menahan sakit yang kini menghujam dadanya.

Andwe! ini tak boleh.

Chaejin menelangkupkan kedua tanagnnya kewajahnya. Berusaha meredam isak tangisnya.

***

London

Siwon masih mengamati wajah sepupunya, Kyuhyun, yang terlihat begitu tenang menatap kelayar laptopnya. Siwon mendesah kecil.

“Tidakkah kau merasa ada yang harus dijelaskan Kyu?” ucap Siwon. Kyu mengalihkan pandangannya sebentar, menatap Siwon.

“Mwo?”

“Chaejin” kata Siwon singkat.

“Chaejin? Kenapa dengannya memang?” ucap Kyu bingung. Siwon menghela napas, sedikit kesal.

“Berita dan gossip tentang kau dan Jia. Tidakkah kau perlu menjelaskannya pada Chaejin? Dia pasti mengharapkan penjelasan darimu Kyu”

“Dia bukan gadis labil 17 tahun Hyung. Dia sudah dewasa dan kurasa dia tak akan percaya dengan gossip seperti itu” jawab kyu santai.

“Tapi bukti tentang kedekatan kalian bahkan sudah beredar. Aku tak tahu sebenarnya apa maksudmu dan apa hubunganmu sebenarnya dengan Jia. Apa ini murni hubungan bisnis ataukah memang ada yang lain.”

“Jangan berpikiran aneh Hyung. Aku hanya menganggapnya rekan bisnis. Tak lebih. Lagipula apa salah kalau kita menerima ajakan makan dari rekan kita?” ucap Kyu.

“Tidak salah. Tapi akan jadi sebuah kesalahpahaman kalau Chaejin merasa tak seperti itu.”

“Kurasa dia sudah cukup dewasa untuk tidak dengan mudah termakan gosip Hyung”

“Tapi dia istrimu dan dia wanita biasa Kyu. tidakkah kau tahu kalau perasaan wanita jauh lebih sensitive dari yang kita bayangkan?”

“Maksud Hyung?”

“Dia juga bisa lelah Kyu. dia juga butuh perhatianmu Kyu. tidakkah selama ini kau merasa kau sudah cukup megabaikannya?” ucap Siwon yang sontak membuat Kyu terasa tertohok.

“Mollayo”

“Pikirkan Kyu! ketika kau terus mengabaikannya maka jangan menyesal jika nantinya ia lelah terhadapmu dan menyerah terhadap hubungan kalian. Hal yang wajar bukan kalau kita ingin bahagia? Dan ketika kita tidak mendapatkan kebahagiaan dari pasangan kita bukankah hal yang wajar juga meningalkannya?” tutur Siwon dan sontak membuat Kyu terkesiap. Entah kenapa ia merasakan was-was tiba-tiba.

***

Kalau kau merindukannya kenapa kau tak mengunjunginya saja?

Chaejin masih terus memikirkan saran dari Shilla. Saran itulah yang membuatnya kini begitu nekat untuk terbang ke London demi bertemu Kyuhyun. Sudah hampir setahun dan sekalipun Kyuhyun tak pernah ada niatan untuk kembali ke Korea. Membuat Chaejin rasanya tak sanggup lagi menahan rasa rindunya.

Semoga kau senang aku datang.

Chaejin melangkahkan kakinya ringan keluar bandara. Ia segera mencari taksi dan langsung menuju kantor Kyuhyun. Sedari tadi hanya senyum yang ia tunjukkan.

Tiga puluh menit perjalanan dan Chaejin langsung sampai di kantor Kyuhyun. Ia masih memasang senyumnya ketika tiba-tiba senyum itu menghilang dari biibirnya. Pemandangan di depannya tiba-tiba saja membuatnya terpaku.

Cho Kyuhyun dan Song Jia. Ia bisa melihat kedua sosok itu berjalan beriringan meninggalkan lobby. Tidak memperhatikan kalau ada sepasang mata menatap mereka.

Dengan segera Chaejin membuntuti mereka berdua yang terlihat sudah memasuki mobil. Entahlah, tapi rasanya Chaejin ingin mengetahui apa yang dilakukan suaminya itu.

Chaejin masih terus mengikuti Kyuhyun hingga akhirnya mereka sampai pada sebuah caffe. Kyu terlihat menarikkan kursi untuk Jia duduk. Hal yang tak pernah ia lakukan untuk Chaejin saat mereka makan siang bersama atau bahkan dinner.

Chaejin mengambil duduk tak jauh dari mereka duduk. Ia sendiri tak tahu apa yang ia lakukan sekarang, dan untuk apa. Hanya saja melihat suaminya makan siang berdua dengan wanita lain entah kenapa membuatnya merasa cemburu.

Aish, apa yang aku lakukan?

Kyuhyun tampak ceria berbincang dengan Jia sambil menunggu makanan mereka datang. Bisa Chaejin lihat dengan jelas kalau suaminya itu tertawa lebar bersama Jia. Hal yang bahkan sangat langka sekali terjadi saat Kyu bersamanya. Sekelebat perasaan iri merasukinya.

Diam bukan berarti tak peduli. Tapi kadang diam adalah sebuah ekspresi ketidaksukaan.

Chaejin masih terus memperhatikan tingkah Kyu dan Jia. Semakin ia memandang kedua orang itu semakin ia merasakan sesak yang menghimpit dadanya.

Kenapa kau tak bisa tersenyum selebar itu saat bersamaku? Kenapa kau tak bisa memperhatikanku sedikit saja?

Apa kau merindukanku? Seperti aku yang merindukanmu hingga nyaris gila?

Apa arti pernikahan kita sebenarnya?

Chaejin menggigit bibir bawahnya. Ia tak sanggup lagi. Ia menarik kursinya kemudian meninggalkan dua pasang sosok itu yang masih berbincang dengan akarab. Bahkan sesekali Jia terlihat menggenggam jeamri Kyuhyun.

“Haha kau lucu Jia-ya” Kyu terkekeh pelan. Ia selalu menemukan kecocokan bersama Jia. Jia adalah pribadi yang easy going menurutnya.

DRTDRT

Kyu merogoh saku celananya. Ia mengangkat sambungan teleponya. Siwon meneleponnya.

“Eo..waeyo Hyung?”

“Kau dimana Kyu/?”

“Makan siang. Wae? Apa ada meeting?” Tanya Kyu.

“Makan siang? Jadi kau sudah bertemu Chaejin? Ah syukurlah”

“Chaejin? Apa yang kau bicarakan Hyung? Chaejin ada di Korea bagaimana mungkin aku bertemu dia?”

“Mwo? Bukankah pesawatnya sudah mendarat sejam yang lalu? Jadi kau belum bertemu dengannya? Kukira tadi ia langsung menemuimu dikantor” ucap Siwon panjang lebar.

“Pesawat? Menemuiku? Dikantor?” Kyu tersentak. Ia mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru caffe tempatnya sekarang. Hingga akhirnya matanya menangkap sesosok yang ia kenal. Sosok yang kini berjalan menjauh keluar caffe.

Chaejin?

Kyu mematikan sambungan teleponnya. Ia menarik kursinya kasar kemudian berniat mengejar Chaejin.

“Kyu Oppa? Waegurae?” cegah Jia.

“Lepas. Chaejin..aku harus menemuinya”

“Mwo?” Jia tampak tak suka saat kata Chaejin keluar dari bibir Kyuyhyun.

“Keundae selesaikan dulu makananmu Oppa”

Bukannya menggubris Kyu malah berlari meninggalkan caffe. Ia berlari mengejar Chaejin, sayangnya Chaejin sudah memasuki sebuah bus.

Andwe..

Chaejin memasuki bus yang entah kemana tujuannya itu. ia bahkan tak tahu kenapa ia memilih memasuki bus yang kini ia tumpangi. Yang jelas ia hanya berjalan tanpa arah tadi.

Ia duduk didekat jendela. Ia menatap kosong pemandangan dari balik jendela bus.

Dia tersenyum lebar..dia tampak bahagia..tidak seperti saat bersamaku.

Chaejin masih memandang sendu pemandangan dibalik jendela. Entah bus ini akan membawanya kemana. Bahkan ia sama sekali asing dengan jalanan yang kini bus itu lewati,. Tapi otaknya terlalu tumpul untuk memikirkan kemana bus itu akan membawanya. Yang jelas ia hanya ingin pergi jauh entah kemana.

Ia bahkan tak mempedulikan siapa yang duduk di sebelahnya kini. Ia sadar ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Tapi ia tak berniat sedikitpun untuk menyapa orang yang duduk di sebelahnya. Mungkin hanya orang Inggris yang ia tak kenal sehingga membuatnya tak berniat untuk menoleh sedikitpun.

Aku lebih cocok dengannya daripada dirimu. Profesiku dan Kyu Oppa sama. Aku mengerti dunianya dan dia mengerti duniaku. Bukankah kami akan menjadi pasangan yang cocok?

Aku bisa segalanya. Bahkan aku lebih hebat segalanya dibanding dirimu. Kurasa memang seharusnya aku yang menjadi istrri seorang Cho Kyuhyun bukan dirimu Chaejin-ssi. Aku akan lebih mengerti dia dan akan lebih membuatnya bahagia.

Chaejin menghela napasnya berat. Matanya terasa memanas sekarang. Ia sadar ia mungkin memang bukan istri yang cocok untuk Kyuhyun, tapi semuanya terasa menyakitkan sekarang.

TESS

Setetes air mata kini turun melaluui pipinya. Apa kau tak bahagia menikah denganku?

GREP..

Chaejin begitu terkejut saat ia merasakan jemarinya digenggam seseorang. sontak ia menolehkan kepalanya dan mendapati seorang namja kini menatapnya dalam. Tangannya masih menggenggam jemari Chaejin.

Mata mereka bertemu. Melalui matanya yang kini berkca karena air mata, Chaejin bisa melihat sosok namja yang begitu ia rindukan. Seorang Cho Kyuhyun kini berada tepat disampingnya.

Apa aku sudah gila hingga orang lain kusangka dirimu?

Chaejin masih terdiam. Bibirnya kelu. Ia hanya menatap sosok itu dalam diam. air matanya masih mengalir.

“Chaejin-ah” ucap orang itu dan detik berikutnya Chaejin sudah berada dalam dekapan namja itu. ia tak berontak ataupun membalas pelukan namja itu.

Chaejin masih diam. ia kini berjalan beriringan bersama Kyuhyun. Ia bahkan tak tahu sekarang ada dimana. Yang ia tahu kini mereka berjalan di sebuah taman kota.

“Kapan kau datang?” Kyu membuka suara.

“Tadi siang” ucap Chaejin singkat. Kyu menatap Chaejin yang hanya menatap lurus ke depan sedari tadi.

Pikiran Chaejin entah kemana. Ia tak tahu harus bagaimana sekarang. Ia tahu ia begitu merindukan Kyuhyun. Tapi begitu ia melihat kalau suaminya begitu terbuka bersama Jia membuatnya gamang.

Hampir setahun mereka menjalani long distance. Dan tak sekalipun Kyuhyun menunjukkan kalau dirinya merindukan istrinya. Sementara hampir setiap hari Chaejin akan menghubungi Kyu hanya demi mendengar suara suaminya itu. tak jarang Chaejin juga mengutarakan kerinduaanya. Tapi sepertinya suaminya itu tak merasakan hal yang sama.

Menyerah memang bukan pilihan yang tepat. tapi terkadang menyerah adalah pilihan termudah.

“Chaejin-ah aku..”

“Kau bahagia?” Chaejin memotong ucapan Kyuhyun.

“Eh?”

“Saat kita jauh..apakah kau bahagia?” Tanya Chaejin lagi. Ia memandang Kyuhyun. Menatap sosok suami yang ingin ia peluk sekarang juga itu.

“Kenapa..kau menanyakan hal itu?”

“Jawab saja..” lirih Chaejin. Kyu menatap istrinya itu bingung. Ia mengangguk singkat. “Kurasa aku baik-baik saja” jawabnya. Chaejin tersenyum pahit.

“Baik-baik saja tanpaku?” gumam Chaejin. Ia menatap Kyuhyun dalam.

“Kalau begitu seterusnya begitu juga tidak apa-apa kan?” ucap Chaejin. Membuat Kyu mengerutkan keningnya.

“Maksudmu?”

“Kalau kau bahagia saat aku tak disampingmu, kurasa tak ada alasan lagi untukku terus disisimu bukan?” ucap Chaejin yang sontak membuat Kyu terkejut.

“Apa yang kau bicarakan Chaejin-ah?”

“Kurasa kalau kita benar-benar berpisah tidak akan jadi masalah untukmu bukan? Kau masih akan tetap hidup baik-baik saja tanpaku. Dan malah kurasa kau akan lebih bahagia tanpaku”

“M..mwo?”

Chaejin menatap Kyu yang kini menatapnya bingung. “Ceraikan aku Cho Kyuhyun” ucap Chaejin. Ia merasa sebilah pisau kini tepat menghujam jantungnya.

PLAKKK

Kyuhyun menampar pipi Chaejin keras. Membuat pipi mulus Chaejin kini memerah. Chaejin memegang pipinya yang memerah itu. Air mata Chaejin mengalir lagi, kini lebih deras. Menahan sakit karena tamparan Kyu dan sakit hatinya.

“Jangan pernah katakan itu lagi! Siapa yang memberimu hak untuk mengatakannya, huh!” bentak Kyu.

“Dan siapa yang memberimu hak untuk mengaturku?”

“Aku suamimu jadi aku berhak untuk mengaturmu”

“Suami? Aku bahkan lupa kalau kau suamiku Cho Kyuhyun” Chaejin menatap Kyuhyun marah. Ia menatap suaminya itu tajam.

“Berhenti bersikap kekanakan Chaejin-ah!”

“Tch! Kekanakan kau bilang? Aku bahkan tidak pernah merengek padamu kan? Aku bahkan tak pernah menuntutmu untuk terbang ke Korea hanya karena aku merindukanmu, bukan? Aku bahkan tak pernah menuntut apapun darimu bukan?”

“Neo..”

“Sebaliknya kau yang kekanakan Cho Kyuhyun. Kalau kau menyukai wanita lain kenapa tak kau ceraikan aku saja? Kenapa selalu membuatku seperti orang gila yang merindukanmu? Sementara kau? Kurasa kau tak pernah merinduakanku bukan?”

Chaejin terisak. “Kalau kau menyukai Jia kenapa kau masih mengikatku seperti ini? Kenapa kau masih membuatku menyandang status sebagai istrimu? Kenapa kau buat aku terus mencemaskanmu? Lepaskan aku, Cho Kyuhyun” Chaejin berucap pahit. Ia menangkupkan telapak tanganya kewajahnya. Berusaha meredam isak tangisnya.

GREBB

Kyu merengkuh Chaejin dalam dekapannya, lagi. Chaejin masih terisak, bahkan lebih keras sekarang.

“Mianhae..” Kyu berucap pelan. Chaejin memukul-mukul punggung Kyuhyun.

“Kau jahat Cho Kyuhyun! Kau jahat! Kau tak memberiku kabar. Tak sekalipun menanyakan keberadaanku atau kabarku. Kenapa harus aku yang selalu menghubungimu? Kenapa kau tak pernah sekalipun untuk menghubungiku?”

“Mianhae…”

“Kau begitu tega bahkan untuk tak memberiku selamat saat aku lulus. Aku seperti orang gila yang berharap kau akan datang saat itu. tapi nyatanya, bahkan ucapan melalui teleponpun kau tak lakukan bukan? Wae? Wae?” Chaejin memukul punggung Kyu lagi. Meluapkan segala bentuk kekesalannya.

“Kenapa kau harus ada gossip dengan wanita itu? kenapa kau harus membuatku sesak dengan semua gosipmu? Dan kenapa kau tak pernah sekalipun menenangkanku dengan penjelasanmu? Kau pikir gampang untukku menjalani long distance bersamamu? Kau membuatku  gila Cho Kyuhyun”

“Mianhae Chaejjin-ah…”

“Kenapa harus aku yang mengunjungimu? Dan kenapa sepertinya kau tak peduli padaku? Apa arti pernikahan ini sebenarnya? Kalau kau ingin mengakhirinya katakan saja. Aku akan dengan senang hati melepas suami yang tak peduli padaku ini” ucap Chaejin sambil terus terisak. Kemeja Kyu bahkan kini sudah basah dengan air mata Chaejin.

“Jangan pernah katakana itu lagi Chaejin-ah. Jangan pernah katakan kau ingin melepasku”

“Tapi aku lelah Kyu. aku lelah menjadi satu-satunya orang yang peduli dalam pernikahan kita. Kalau kau memang tak mencintaiku untuk apa kita teruskan?” lirih Chaejin. Kyuhyun melepas pelukannya kemudian menatap Chaejin dalam.

“Maafkan aku, tapi aku tak ingin kehilanganmu”

“Tidakkah kau ini egois Kyu? untuk apa kau mempertahankanku memangnya?” tantang Chaejin.

“Karena kau istriku Chaejin-ah. Aku membutuhkanmu. Dan aku…mencintaimu” Chaejin terhenyak. Ia menatap Kyuhyun tak percaya.

Dia..mencintaiku?

“Aku mencintaimu Chaejin-ah. Jebal jangan katakan kau ingin meninggalkanku” ucap Kyu lagi. Chaejin masih terdiam.

“Maafkan aku yang seolah tak peduli padamu. Maafkan aku yang seolah mengabaikanmu. Aku hanya tak tahu harus bersikap apa terhadapmu.”

“Mwo?”

“Aku tak tahu bagaimana caranya mencintai. Entahlah tapi rasanya saat aku bersamamu aku tak sanggup menggunakan otakku dengan benar. Maafkan aku Chaejin-ah. Tapi sejujurnya selama setahun ini aku begitu tersiksa karena tak bisa melihatmu disampingmu”

“Geojitmal!”

“Aku sungguh-sungguh. Aku juga merindukanmu hanya saja aku terlalu pengecut untuk mengakuinya. Dan masalah Jia, sungguh aku hanya menganggapnya sebagai rekan. Tak lebih”

“Tapi bahkan kau tertawa lepas untuknya.”

“Mianhae jika membuatmu tersiksa. Aku hanya merasa nyaman bersama Jia…tapi hanya sebagai teman. Selamanya kau tetap istriku Chaejin-ah. Jebal jangan menyerah padaku” ucap Kyu memelas. Ia kemudian berlutut di depan Chaejin, membuat Chaejin membulatkan matanya tak percaya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku akan melakukan apapun asal kau memaafkanku. Asal kau tak meninggalkanku. Setahun ini jauh darimu saja sudah cukup menyiksaku. Aku tak akan sanggup jika harus selamanya tanpamu”

“Tapi kau bahkan menikmati kehidupan tanpaku, bukan?”

“Aniya. Jebal Chaejin-ah. Aku akan lakukan apapun. Keundae maafkan aku”

Chaejin menatap Kyu sekilas. “Ara. Kalau aku memintamu untuk menjauhi wanita itu, apa kau sanggup?”

“Tentu” jawab Kyu mantap.

“Kalau aku memintamu untuk bersikap manis padaku, apa kau sanggup?”

“Ehm”

Chaejin menarik Kyuhyun untuk berdiri. “Kalau aku ingin memukulmu apa kau sanggup menerimanya?”

“Lakukanlah, kalau itu maumu” ucap Kyu. chaejin menatapnya tajam kemudian mengangkat tangannya. Bukannya memukul Kyu ia malah menjambak rambut Kyuhyun. Membuat Kyu meringis.

“Hwaaa!! Kau menyebalkan Cho Kyuhyun!” ucap Chaejin kemudian menghentikan aksinya. Kyuhyun menatapnya sambil masih menahan sakit di kepalanya.

“Apa…sekarang kau sudah memaafkanku?” Tanya Kyu hati-hati. Chajein menggelengkan kepalanya.

“Ada satu lagi yang harus kau lakukan”

“Mwo?”

“Take a week off! Temani aku keliling London. Aku tak peduli dengan pekerjaanmu. Kalau kau tak bisa melaksanakannya maka lupakan saja semuanya” ancam Chaejin. Kyu tersenyum singkat. Sejurus kemudian ia merengkuh Chaejin dalam dekapannya. Chaejin sedikit tersentak dengan perlakuan suaminya itu.

“Anything for you. Keundae.. kenapa kau tidak tinggal disini saja bersamaku? Bukankah kau sudah lulus? Temani aku disini, ne?” pinta Kyu. chaejin hanya mencubit lengan Kyu, masih dalam pelukannya.

“Aku sudah bekerja Kyu.”

“Kau kan masih bisa mencari kerja disini. Jebal..temani aku, ne?”

“Akan kupikirkan” jawab Chaejin singkat. Kyu membelai puncak kepala istrinya itu.

“Chaejin-ah..”

“Hm?”

“Aku juga punya permintaan”

“Mwo?”

“Panggil aku Oppa. Bukankah aku setahun lebih tua darimu?”

“Shireo!” tolak Chaejin tegas. Membuat Kyu mendesah kecewa.

“Waeyo?” rengeknya.

“Aku tidak mau memanggilmu seperti wanita itu memanggilmu. Menjijikkan!” ucap Chaejin.

“Kalau begitu panggil aku dengan yang lain. honey misalnya?”

“Aish sama menjijikkannya”

“Sweety? Yeobo? Hubby? Atau baby?” tawar Kyu. chaejin terkekeh kecil.

“Tidak mau. Menyeramkan! Ah bagaimana kalau jangan baby..tapi.. babi? Babikyu? Bukankah itu cocok untukmu?”

“Hya!” teriak Kyu tak terima. Chaejin melepas pelukan Kyu darinya. Ia menatap Kyu dalam.

“Aku bahagia karena kau bisa begitu terbuka untukku. Melepas semua kedok sikap dinginmu” ucap chaejin lirih. Kyu tersenyum simpul kearahnya. Ia mendekatkan wajahnya kearah Chaejin dan kemudian bibir mereka sudah bersatu.

“Saranghae Cho Chaejin.” Ucap Kyu diakhir ciumannya. Chaejin menundukkan kepalanya. Berusaha menyembunyikan rona merah wajahnya. Kyu terkekeh dengan tingkah Chaejin. Ia mengacak rambut Chaejin.

“Kkaja kita pulang.” Ucap Kyu kemudian menggandeng lengan Chaejin. Chaejin mengulas senyumnya. Baru kali ini ia merasakan bahagia yang teramat.

“Chaejin-ah..”

“Hm?”

“Mumpung kau disini, bagaimana kalau kita lakukan honeymoon kedua?”

“Mwo?”

“Appa dan Eoma sudah meminta cucu. Bagaimana kalau kita mengabulkannya?” ucap Kyu. ia memandang Chaejin dengan tatapan menggoda. Chaejin membulatkan matanya.

“Andweeeeeee”

~FIN~

KyuJin versi serius dan gak abal kalau kata saya hahahaha~  dan saya suka ini! Okey, bagaimana? bagaimana? komen berupa kritik dan saran diterima asal jangan bashing :3

59 comments on “I WANNA HOLD YOU

  1. nyesek lihat ini
    sedih bgt liat chaejin yg ngarepin kdtngn kyu d’wisudaannya ,eh dia malah g datang… huaaa, kyu ngecewain bgt……
    huwaa….kirainnn bakal b’pisah..🙂
    untunglah kesalahpahamanny trselesaikan..🙂
    eh berarti chaejin ikut menetap d’london donk?
    yihaaaa….
    kan chaejin sudah lulus kuliah, apa mrka tidak ada rcna menambahkan anggota baru? hehehe

  2. waaa… kyuppa th keterlalu dech.. masa org lulus ga ngucapin salamat atau apa gitu.. ckck. siwon oppa aja bisa… ugh! haha
    tapii di ending aku seneng. kyu jg org yg sengsara gitu… Hahaha

  3. Ni ff bikin saia nangis,,, tersayat hati *lebayyy*
    TâÞi jujur yaa,, emg nangis bneran,,, kasihan chaejin…

  4. eonni, ffnya bikin nyesek + nangis..
    kyuhyun tega! kan kasian chaejinnya..
    tapi ff oenni keren deh. 2 jempol buat oenni..
    *aku reader baru. . salam kenal

  5. Qw suka kyujin vers beda…. Si kyu bener bener dingin ampe es aja kalah…. Ff ni buat qw bisa rasain apa n bagaimana jadi seorang chaejin.. Bahasnya juga gampang di mengerti

  6. ahhhhh… bikin sek nyesek nih.. (*ngumpet dibelakang pintu biar ga ketahuan uda mewek T^T)
    i think.. ini agak beda dari cerita Kyujin y^byasanya tapiiii DAEBAK! and I Like it so much.. Hwaiting chaejin-ah! tendang aja siapapun y^berani mendekati Kyu. aku bantu! hwahaha (*smirk)

  7. Sumpah nyesek bgt😦 daebak bgt yg buatnya !!!!!
    Bikin sequelnya dong !
    Dan tentunya masih ada jia yg jadi orang ketiganya (?)
    Hahahaha ayooo buat lagi thorrrr !!!!

  8. Ping-balik: [Part 2] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca « KimAB710

  9. yuuuhuuu…
    pertamanya nyesek … tapi akhirnya ketawa… ayyyeeee
    daebakk.. nangis thor.. tanggung jawab lo thor..

  10. krang kuat jambaknya chaejin ah…. hrsnya kamu jambak kyu sampe rambutnya rontok… #dicipok kyu# aiigo so sweet bgt. ending yg manis #tendang jia ke planet#

  11. aahhh, hepi endingg,,,
    Suka sama jalan cerita nya, baru kali ini bac kyujin sad, dan bner2 kna feel nya, tapi tetep akhir cerita nya dramatis ‘jambak rambut’ hahaha,😀

  12. Ping-balik: update 2 | Wulan's World

  13. Part” awal bner nyesekk bingo tpp pas kyu udh jdi lbih baik hemehhh sikapnyee lngsung mnjurus ke hal” negatif ckckck -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s