Just Once

Hallo~~ saya muncul lagi dengan ff yang ceritanya serius tapi tetep aja failed. Okey, ff ini saya persembahkan untuk Ayas eonni yang nagih-nagih terus lanjutan ff sinetron yang Donghae-nya gak kebagian pasangan kkkk, enjoy~

[poster] just once

Han Haera mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya sedikit berdenyut karena gadis itu baru tidur saat jam menunjuk ke angka 4 pagi dan sekarang  jam 7 pagi. Dia baru tidur selama tiga jam, bukan hal yang aneh jika kepalanya berdenyut seperti itu bukan? Sekilas dia melirik kalender elektronik yang ada di nakasnya lalu menyentuh liontin yang melingkar cantik di lehernya.

Ddrtt..drrt..

Dengan sedikit bermdecak malas dia merogoh bawah bantalnya. Ya, kebiasaannya setiap menaruh ponsel. Ia mengambil ponselnya lalu membuka satu pesan.

Deg.

From: Lee Donghae

Gendut.. kau ada waktu?
Aku akan kesana, tunggu aku oke? Keke~

Tangannya dengan cepat menyentuh layar ponselnya. Berusaha menghubungi nomor itu namun tidak aktif. Haera menyentuh dadanya. Jantungnya berdebar cepat dan tubuhnya terasa kaku. Bagaimana bisa namja itu memberinya pesan seperti itu? Apa ini sebuah lelucon? Karena jika benar, ini adalah lelucon yang paling tidak lucu sedunia dan dia bersumpah akan memberi pelajaran pada orang yang berani mengerjainya seperti ini. Choi Siwon? Cho Kyuhyun? Lee Donghwa? Haera sepertinya sudah punya list siapa saja yang kira-kira bisa melakukan ini.

Berlebihan? Entahlah.. tapi Haera sebenarnya berharap dia benar-benar bisa bertemu dan melihat senyum kekanakan namja itu lagi. Bukankah itu doanya setiap waktu saat dia pergi ke gereja? Atau bahkan setiap malam?

.

.

Haera mengerjapkan matanya dan sibuk mengatur nafas serta debaran jantungnya. Dia hampir gila saat secara tidak sadar menantikan kehadiran namja itu. Lee Donghae. Lee Donghae-nya. Dan lihat, lagi-lagi dia hanya bisa mematung di depan pintu saat namja yang dengan kurang ajar meninggalkannya ada dihadapannya sedang tersenyum. Senyum kekanakan khas Lee Donghae.

“Bagaimana kabarmu eoh?”

“Ba-baik H-Hae.. ma-masuklah”

“Kau terlihat kurus, bagaimana aku bisa memanggilmu gendut kalau.. kau lihat? pipimu sangat kurus sekarang!”

Haera tidak tahu harus bersikap seperti apa. Dia bahkan tidak tahu harus senang atau marah pada namja yang sudah meninggalkannya ini. Tenggorokannya mendadak sakit dan matanya terasa panas. Bagaimana bisa Donghae bersikap setenang itu? Walau harus ia akui, ia amat sangat takut tapi ia juga amat sangat merindukan namja yang ada dihadapannya. Tidak, keadaannya sudah berbeda sekarang. Bolehkah dia berharap ini bukan mimpi?

“Hei, tempat ini tidak banyak berubah! Tapi bagaimana bisa kau sangat berubah Han Haera? Aku tidak suka melihat tubuhmu yang kurus itu! Ckckck tapi kau terlihat manis dengan potongan rambut barumu, aku suka. Hmm, banyak sekali yang aku lewatkan ya?”

“Ka-kau pikir karena siapa aku seperti ini sekarang hah? Jahat! Bagaimana bisa kau pergi dan kembali lagi kehadapanku? Bagaimana bisa kau bersikap seperti ini Lee Donghae?!”, Haera menundukan kepalanya. Matanya yang tadi panas sekarang sudah basah.

Grep.

Donghae dengan cepat memeluk gadis yang ada dihadapannya. Dia tidak akan pernah tahan melihat gadis-nya menangis seperti itu, apalagi penyebab dia menangis adalah dirinya sendiri. Walaupun dulu juga mereka terkadang bertengkar untuk menunjukan kasih sayang mereka, tapi dia benar-benar tidak akan pernah tenang melihat gadis-nya menangis.

“Mianhae.. jangan menangis lagi karena aku Haera-ya..”

Perlahan Haera melingkarkan tangannya ke pinggang Donghae, membalas pelukan namja berkulit putih itu erat, bolehkah dia bersikap egois? Dia tidak ingin namja dihadapannya pergi lagi. Sesekali juga ia mencium aroma tubuh namja yang kini sedang memeluknya, mencari perasaan nyaman yang dulu selalu ia rasakan setiap mencium aroma Donghae.

.

.

.

Hening.

Baik Haera atau Donghae tidak ada yang bersuara. Keduanya masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Duduk bersebelahan memandang pemandangan kota Seoul dari balkon apartemen Haera, ah.. jangan lupakan tangan mereka yang saling bertautan untuk berbagi kehangatan dan untuk menyalurkan rasa rindu satu sama lain.

“Haera-ya..”

“Apa?”

“Siwon hyung,  dia orang yang baik.”

Haera yang sedang menyandarkan kepalanya ke bahu Donghae hanya bisa tersenyum tipis lalu mengangguk.

“Dia memang orang yang sangat baik, kau tahu? Setiap minggu dia selalu mengajakku ke gereja..”

“Lalu Kyuhyun dan Chaejin, bagaimana kabar mereka?”

“Mereka selalu bertengkar, membuatku pusing! Tapi, mereka terkadang membuatku iri.. adikmu itu selalu bercerita betapa menyebalkannya Cho Kyuhyun tapi dengan mata yang berbinar-binar..”

“Hahahaha baiklah, kembali padamu.. bagaimana bisa kau menjadi kurus seperti ini eoh? Aku tidak bisa mengejekmu gendut lagi seperti dulu!”, Donghae mengangkat tangan Haera yang digenggamnya agar gadis itu bisa melihat bagaimana ukuran pergelangan tangannya saat ini.

“Kau bisa tetap memanggilku seperti itu asal…”, Haera merasa tenggorokannya tercekat.

“…”

“…”

“…”

“…Asal kau tetap disisiku”, ucapnya lagi. Kali ini lebih menyerupai bisikan.

“A-Aku sangat merindukanmu Lee Donghae, Aku janji aku tidak akan cemburu lagi karena kau lebih menyayangi Bada, a-aku janji tidak akan ma-marah walau kau panggil gendut,  aku tidak akan me-memaksamu minum susu lagi agar tinggi se-seperti Si-Siwon dan hiks..  aku rela memberikan apapun yang hiks.. aku punya asal melihat wajahmu yang sedang tersenyum setiap hari..”

Lagi.

Air mata bodoh itu keluar lagi dan membuat pipi gadis berambut sebahu itu basah. Lee Donghae? Namja itu hanya bisa diam sambil mengeratkan genggaman tangannya.

“Berjanjilah padaku kau akan bahagia dengan Siwon hyung.  Aku paling tidak bisa melihatmu menangis Han Haera, berjanjilah kau akan tersenyum setiap hari. Permintaanku hanya satu, aku harap kau masih memberiku sedikit ruang dihatimu..”

Haera menegakkan badannya menatap Donghae. Ayolah, bagaimana bisa namja itu berharap dia memberinya sedikit ruang dihatinya sementara pada kenyataannya namja itu benar-benar menempati hampir seluruh ruang dihatinya?

“Aku mencintaimu Hae..”

“Aku juga sangat mencintaimu Han Haera! Aku akan menunggumu..”

Donghae menangkup kedua pipi Haera, mengusap kedua pipi gadis itu sambil tersenyum. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Haera. Menempelkan bibirnya yang tipis ke kedua pipi lalu mendaratkan ciuman hangat ke bibir gadis itu.

Perlahan Haera memejamkan matanya, menikmati sensasi hangat dari bibir dan hembusan nafas Donghae. Sudah hampir setahun Haera tidak merasakan ciuman hangat dari bibir tipis namja berambut hitam itu. Rasanya Haera benar-benar tidak ingin melepaskan ciuman ini walau hanya sedetik.

“Haera-ya?”

Haera membuka matanya lalu menoleh kearah sumber suara dibelakangnya. Choi Siwon, namja berlesung pipi itu terlihat sedang melepas sepatunya sambil menenteng jas hitamnya.

“Siwonnie?”

“Hei.. sayang, kau habis menangis eoh?”

Dengan cepat Haera menoleh ke samping, mencari Donghae-nya tapi nihil. Seketika itu juga tangisnya pecah. Haera bukanlah gadis yang cengeng, tapi berkat Lee Donghae, hampir setahun ini namja itu selalu berhasil membuatnya menangis.

“Sayang, jangan membuatku takut..”

Siwon merengkuh Haera ke dalam pelukannya. Haera mencengkram kemeja depan Siwon erat dan Siwon tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya berharap Haera akan sedikit lebih tenang karena pelukannya dan sepertinya cukup berhasil. Sekarang gadis itu hanya sedikit terisak dan cengkramannya di kemeja Siwon mulai melonggar.

“Kau merindukannya?”

Haera mengangguk. Siwon mengusap kedua pipi Haera yang basah lalu memeluknya lagi. Mencoba menyalurkan rasa aman dan nyaman pada gadis yang sangat dia cintai. Cinta? Ya, Choi Siwon mencintai Han Haera.

Siwon beranjak lalu ke dapur untuk mengambil segelas air dan memberikannya pada Haera. Gadis itu masih menunduk sambil menatap kosong sofa yang ada disampingnya.

“Kau sudah baikan? Lee ahjumma ingin kita datang ke rumahnya, kau ingat? Hari ini peringatan satu tahun kematian Donghae.. kau siap?”

Haera menggigit bibir bawahnya, bahkan saat ini dia masih bisa merasakan bibir Donghae yang terasa nyata menciumnya. Tangannya menyentuh liontin yang ada dilehernya.

“Siwonnie, tentang pertanyaanmu waktu itu, aku.. a-aku mau menikah denganmu”

Siwon membulatkan kedua matanya, lalu tersenyum dan lihatlah kedua lesung pipinya yang membuatnya terlihat sangat tampan. Siwon kembali membawa Haera dalam pelukannya.

“Terima kasih! Terima kasih! Aku mencintaimu..”

“Aku tahu..”

*

Seperti aku dan keabadianku, seperti itulah rasa cintaku padamu..

“…Aku paling tidak bisa melihatmu menangis Han Haera, berjanjilah kau akan tersenyum setiap hari. Permintaanku hanya satu, aku harap kau masih memberiku sedikit ruang dihatimu..”

“Aku juga sangat mencintaimu Han Haera! Aku akan menunggumu..”

*

Cinta itu bukan sesuatu yang kasat mata, begitu juga denganmu..

Aku akan menepati janjiku untuk bahagia dan Kau harus pegang janjimu untuk menungguku Lee Donghae,karena Han Haera juga sangat mencintai Lee Donghae..

 

 END

jeng~ jeng~ idenya muncul waktu liat MV Ailee yang ada Gikwang-nya dan jadilah ini hahaha. Asalnya cast-nya pake KyuJin tapi karena gak tega pake Han Haera sama Lee Donghae. (T^T)

Okey, ini ff ceritanya ff serius tapi kayanya failed karena emang gak bakat kayanya bikin cerita beginian. FF failed, poter failed. Semoga aja feel-nya masih dapet karena pas ngetik ini bayangin Kyuhyun jadi asa sedih hahahaha *digeplak readers* FF lainnya, kalau ada yang menunggu semoga bisa di post secepatnya *bow* 

67 comments on “Just Once

  1. yahh cuma mimpi…untungnya ga pakai kyujin couple kebiasaan liat mereka bertengkar..ehhh ga enak aja kalau chaejin nangis yg biasanya cerewet😄

  2. Annyonh haseyooo jin ara imida lupa udh nyapa author di sini aapa belom dan juga ga tau hrs manggil apa author oenni atau apa? 91line imida🙂 aku udh sering liat orangorang rekomendasiiin blog ini dan jeng jeng jeng akhirnya aku baca juga gilaaaaaa ini sedih banget pas awal ga nyangka itu cuma khayalan doang ya ampuuuun ga tau lg pas bagian akhirnya sedih bacanya dongahe oppa saranghe pokonya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s